Discord Mulai Verifikasi Usia, Bersamaan dengan Iklan Judi FanDuel di AS
Baca dalam 60 detik
- Discord resmi mengaktifkan verifikasi usia untuk sebagian pengguna, dengan klaim lebih dari 90 persen tidak akan diminta konfirmasi.
- Peluncuran ini bertepatan dengan munculnya iklan FanDuel, platform judi fantasy sports, bagi pengguna di Amerika Serikat.
- Langkah ini memicu pertanyaan tentang konsistensi kebijakan konten dan perlindungan data pengguna muda di platform global.

Discord akhirnya menerapkan sistem verifikasi usia secara bertahap mulai pekan ini, setelah penundaan sejak pengumuman awal pada Februari lalu. Keputusan ini menandai babak baru dalam upaya platform komunikasi gaming tersebut menyeimbangkan privasi pengguna dengan tuntutan regulasi yang semakin ketat di berbagai negara.
Penundaan tersebut disebut untuk menyempurnakan opsi verifikasi yang tidak bergantung pada sistem identitas digital atau biometrik yang kontroversial. Discord mengklaim model algoritmiknya—yang menganalisis usia akun, server yang diikuti, dan jenis game yang dimainkan—mampu mengidentifikasi lebih dari 90 persen pengguna tanpa perlu meminta dokumen resmi. Namun, perusahaan mengakui model ini tidak sempurna dan tidak berlaku di semua wilayah, seperti Inggris dan Australia yang memiliki undang-undang verifikasi usia ketat.
Bagi pengguna yang diminta verifikasi, Discord menyediakan alternatif selain mengunggah KTP atau rekaman video, seperti melalui Apple Pay, Google Play, Google Wallet, AgeKey, atau memasukkan nomor kartu kredit. Langkah ini diambil setelah insiden peretasan yang mengekspos puluhan ribu identitas pengguna, yang meningkatkan kekhawatiran akan penyalahgunaan data pribadi.
Yang menjadi sorotan publik adalah kemunculan bersamaan iklan FanDuel, platform judi fantasy sports, bagi pengguna Discord di Amerika Serikat. FanDuel sendiri melarang pengguna di bawah 21 tahun (atau 18 tahun di beberapa yurisdiksi), sehingga banyak yang menduga ada kaitan antara verifikasi usia dan iklan tersebut. Discord membantah adanya hubungan langsung, dengan menyatakan bahwa sponsor tersebut merupakan uji coba terbatas dan kebijakannya masih melarang iklan judi uang riil seperti kasino dan sportsbook.
"Kami mengambil pendekatan yang deliberatif dan mengutamakan pengguna dalam mengembangkan bisnis iklan kami, untuk memberikan nilai yang terhubung secara alami dengan minat pengguna pada olahraga, gaming, dan hiburan," ujar juru bicara Discord.
Meski demikian, Discord menegaskan bahwa iklan Daily Fantasy Sports dan merek FanDuel ditujukan untuk dewasa, dan pihaknya menggunakan sinyal usia untuk mencegah remaja melihat iklan yang tidak sesuai. Pengguna yang tidak ingin melihat iklan judi dapat menonaktifkannya melalui menu Settings > Data and Privacy > Sponsored Content > Manage Sponsored Content, lalu matikan opsi "Real Money Gaming".
Langkah Discord ini mencerminkan tren global platform digital yang semakin berhati-hati terhadap perlindungan anak dan remaja, terutama setelah tekanan regulasi di Eropa dan Amerika. Di Indonesia, meskipun belum ada undang-undang verifikasi usia khusus untuk platform komunikasi, pemerintah melalui Kominfo tengah menyusun aturan perlindungan data pribadi yang dapat memengaruhi cara platform global beroperasi. Discord sendiri memiliki basis pengguna yang cukup besar di kalangan gamer Indonesia, sehingga kebijakan ini berpotensi memicu diskusi tentang privasi dan akses konten.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah model verifikasi algoritmik Discord akan cukup akurat untuk mencegah akses anak di bawah umur ke konten terbatas, atau justru menimbulkan masalah privasi baru. Sementara itu, kolaborasi dengan FanDuel menunjukkan bahwa platform ini mulai serius memonetisasi basis penggunanya, yang bisa menjadi preseden bagi jenis iklan lain di masa mendatang.



