Microsoft Perbarui Surface Pro 12 dan Laptop 13 dengan Chip Snapdragon X2 Plus, Harga Naik Akibat Kelangkaan RAM
Baca dalam 60 detik
- Microsoft merilis Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 dengan chip Snapdragon X2 Plus, klaim peningkatan grafis 60% dan efisiensi baterai 18%.
- Harga naik signifikan: Surface Pro 12 inci menjadi $1.150 dan Surface Laptop 13 menjadi $1.199, dipicu oleh kelangkaan RAM global.
- Perangkat ini akan tersedia pada 13 Oktober, bersama aplikasi Microsoft Ink Canvas dan mouse Surface baru seharga $80.

Microsoft resmi memperkenalkan pembaruan lini PC kompaknya, Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13, yang kini ditenagai chip Snapdragon X2 Plus. Langkah ini menandai upaya perusahaan untuk memperbaiki performa perangkat generasi sebelumnya yang dikritik karena lambat, sekaligus menghadapi tantangan kenaikan biaya komponen yang memaksa harga jual naik di atas $1.100.
Kedua perangkat tersebut dirancang mengutamakan portabilitas ketimbang tenaga mentah. Surface Pro 12 inci tetap berupa tablet dengan kickstand yang dapat disulap menjadi laptop semu melalui keyboard Surface Pro seharga $150 yang dijual terpisah. Sementara Surface Laptop 13 adalah versi ringkas dari desain notebook standar Microsoft, dengan bobot hanya 2,7 pon. Layar keduanya kini memiliki tingkat kecerahan 500 nit, 25 persen lebih terang dari model sebelumnya.
Peningkatan performa menjadi fokus utama. Microsoft mengklaim Snapdragon X2 Plus memberikan grafis 60 persen lebih baik, AI on-device 95 persen lebih cepat, dan efisiensi baterai 18 persen lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Untuk produktivitas Office, chip ini diklaim 18 persen lebih gesit. Klaim tersebut menjawab keluhan pengguna yang merasa Surface generasi lalu terlalu lambat untuk tugas sehari-hari.
Kenaikan harga yang cukup tajamโdari sebelumnya di bawah $1.000โdisebabkan oleh lonjakan harga RAM global yang oleh sebagian pengamat disebut "RAMaggedon". Fenomena ini juga berdampak pada banyak produsen PC lain, memaksa mereka menaikkan harga jual. Bagi konsumen Indonesia, kenaikan ini dapat mempersempit pilihan perangkat premium, terutama karena produk Surface tidak dijual resmi di Indonesia dan harus diimpor dengan biaya tambahan.
Selain perangkat keras, Microsoft meluncurkan aplikasi Microsoft Ink Canvas, pengalaman berbasis pena dengan AI untuk membuat sketsa, anotasi, menghasilkan gambar, dan meringkas teks langsung di kanvas. Aplikasi ini akan tersedia di Microsoft Store pada 13 Oktober untuk perangkat Surface lain. Ada pula mouse Surface baru seharga $80 dengan fitur haptic yang memungkinkan pengguna merasakan interaksi Windows 11 seperti snapping jendela.
Menurut Microsoft, Snapdragon X2 Plus menghadirkan peningkatan signifikan yang membuat perangkat Surface kompak ini layak dipertimbangkan bagi mereka yang sebelumnya ragu karena masalah performa.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Surface Pro 12 dan Laptop 13 tidak serta-merta mengubah lanskap laptop premium. Meski demikian, inovasi chip Snapdragon X2 Plus dapat mendorong kompetisi di segmen laptop ARM, yang perlahan mulai dilirik di Asia Tenggara. Pengguna di Indonesia yang menginginkan perangkat ini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk biaya impor dan pajak.
Dengan harga yang semakin tinggi dan persaingan dari merek lain seperti Apple dan Lenovo, Microsoft tampaknya menargetkan segmen profesional mobile yang mengutamakan portabilitas. Apakah peningkatan performa ini cukup menggoda di tengah ketidakpastian ekonomi global? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Surface bukan lagi perangkat murah.



