Microsoft Hidupkan Kembali Surface Mouse dan Luncurkan Surface Pro 12 dengan Chip Snapdragon X2 Plus
Baca dalam 60 detik
- Microsoft memperkenalkan Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci 2026 di Snapdragon Summit, keduanya ditenagai Snapdragon X2 Plus.
- Surface Mouse kembali setelah dihentikan 2023, kini dengan haptic feedback, menandakan permintaan pasar yang pulih.
- Perangkat akan dijual 13 Oktober dengan harga mulai $1.149,99, lebih mahal dari generasi pertama, dan hadir dengan fitur AI Microsoft Ink Canvas.

Microsoft secara resmi meluncurkan jajaran produk Surface terbaru di ajang Qualcomm Snapdragon Summit, memperkenalkan Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci versi 2026 yang mengandalkan prosesor Snapdragon X2 Plus. Kejutan lain datang dari kebangkitan Surface Mouse yang sempat dihentikan produksinya pada 2023, kini hadir dengan teknologi haptic feedback. Langkah ini menandai strategi Microsoft memperkuat ekosistem perangkat keras premium di tengah persaingan chip ARM yang semakin ketat.
Peluncuran ini menjadi sorotan karena Microsoft tidak hanya memperbarui lini laptop dan tablet, tetapi juga menghidupkan kembali aksesori yang sempat hiatus. Surface Mouse pertama kali debut pada 2016 dan mengalami beberapa iterasi sebelum dihentikan dua tahun lalu. Kehadirannya kembali pada 2026, lengkap dengan umpan balik haptic, mengindikasikan bahwa Microsoft melihat kembali permintaan pasar terhadap periferal berkualitas tinggi, terutama di segmen profesional dan kreator.
Surface Pro 12 inci tampil sebagai perangkat Windows tanpa kipas yang mempertahankan desain familiar, namun dengan peningkatan signifikan pada layar sentuh yang 25% lebih terang dari pendahulunya. Ditenagai Snapdragon X2 Plus, perangkat ini menawarkan performa lebih gesit dan efisien. Microsoft juga memperkenalkan Microsoft Ink Canvas, sebuah lapisan perangkat lunak berbasis AI yang dioptimalkan untuk Slim Pen. Fitur ini akan terpasang langsung di perangkat dan tersedia untuk perangkat Surface dan Windows lain yang kompatibel mulai 13 Oktober.
Sementara itu, Surface Laptop 13 inci 2026 hadir dengan bodi aluminium, keyboard backlit ukuran penuh, dan opsi warna hitam baru. Rasio layar 3:2 yang lebih tinggi dari rata-rata membuatnya ideal untuk produktivitas. Seperti halnya Surface Pro 12, panel layar juga 25% lebih terang, memastikan daya saing di kelas premium. Yang menarik, harga Surface Laptop 13 inci generasi ini justru lebih rendah dari model generasi ke-12, yakni $1.199, menjadikannya pilihan menarik bagi profesional yang menginginkan perangkat bertenaga chip ARM.
Bagi pasar Indonesia, peluncuran ini berpotensi memengaruhi dinamika perangkat premium di dalam negeri. Meskipun harga resmi untuk wilayah lain belum diumumkan, kehadiran Snapdragon X2 Plus dan fitur AI seperti Ink Canvas dapat mendorong adopsi perangkat berbasis ARM di kalangan pekerja kreatif dan eksekutif. Namun, tantangan tetap ada: harga yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya bisa menjadi batu sandungan di pasar yang sensitif terhadap harga seperti Indonesia. Distributor lokal diperkirakan akan menunggu pengumuman resmi Microsoft untuk wilayah Asia Tenggara.
"Kembalinya Surface Mouse menunjukkan Microsoft serius merespons kebutuhan pengguna profesional yang menginginkan periferal presisi tinggi," ujar seorang analis perangkat keras yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dengan peluncuran yang dijadwalkan serentak pada 13 Oktober, Microsoft tampaknya ingin memanfaatkan momen Snapdragon Summit untuk menegaskan posisinya di pasar PC berbasis ARM. Pertanyaannya, akankah strategi harga yang agresif pada Surface Laptop 13 inci mampu menarik minat konsumen Indonesia, atau justru sebaliknya, Surface Pro 12 inci yang lebih mahal akan menjadi tolok ukur baru untuk perangkat 2-in-1 premium? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: persaingan di segmen ini semakin panas.



