Garudayaksa FC Bidik Peningkatan Penonton di Pakansari Usai Debut 386 Orang
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC mencatat 386 penonton pada laga kandang perdana di BRI Super League 2026/2027 melawan Persik Kediri.
- Manajemen berharap animo suporter meningkat seiring kehadiran tim-tim besar seperti Persija, Persib, dan Persebaya di Stadion Pakansari.
- Tim asuhan Milos Joksic akan kembali berlatih pada 24 September 2026 untuk persiapan melawan Persita Tangerang pada 10 Oktober 2026.

Manajemen Garudayaksa FC menargetkan lonjakan jumlah penonton di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, setelah laga kandang perdana di BRI Super League 2026/2027 hanya dihadiri 386 orang. Angka itu muncul saat tim berjuluk Spirit of Garuda menjamu Persik Kediri pada Jumat (11/9/2026), di mana mereka kalah 0-2. Meski demikian, manajemen menilai capaian tersebut wajar bagi tim promosi yang belum memiliki basis massa suporter mapan.
Musim ini menjadi tonggak sejarah bagi Garudayaksa FC karena pertama kali berlaga di kasta teratas setelah menjuarai Pegadaian Championship (Liga 2) 2025/2026. Promosi ini membawa konsekuensi baru: tuntutan dukungan penonton yang lebih besar, terutama dari warga Cibinong dan sekitarnya. Namun, data panpel menunjukkan komposisi penonton pada laga kontra Persik terbagi di tribun timur (Gate 7) sebanyak 328 orang dan VIP Barat 58 orang. Jumlah itu tidak jauh berbeda dengan laga kandang pertama musim lalu di Liga 2, tetapi jauh di bawah laga home terakhir melawan Persikad Depok yang mencapai 4.000-an penonton.
Manajemen berharap kehadiran tim-tim besar seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung pada jadwal kandang mendatang dapat mendongkrak jumlah penonton. Secara bisnis, peningkatan okupansi stadion akan berdampak pada pendapatan tiket, merchandise, dan eksposur sponsor. Namun, tantangan utamanya adalah membangun budaya menonton sepak bola lokal di Cibinong yang selama ini lebih terfokus pada klub-klub metropolitan.
Di sisi lain, performa tim asuhan Milos Joksic sejauh ini tergolong stabil untuk ukuran tim promosi. Dari tiga laga, mereka meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan. Pada laga pembuka, Garudayaksa menahan imbang Java United FC 1-1 di Stadion Jatidiri, Semarang. Kekalahan dari Persik Kediri menjadi pelajaran berharga, sebelum akhirnya mereka kembali mencuri satu poin saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya dengan skor 1-1. Konsistensi ini menjadi modal penting untuk menarik minat penonton, karena performa kompetitif sering kali menjadi faktor utama kehadiran suporter.
"Sebagian besar pemain saat ini berada di mes. Yang punya keluarga rata-rata bersama keluarganya. Yang pasti, mulai Kamis sudah kembali latihan," kata Respati Agung Nugroho, Media Officer Garudayaksa FC.
Pelatih Milos Joksic memilih tidak memberikan libur panjang kepada para pemain. Mereka dijadwalkan kembali berlatih pada Kamis (24/9/2026) untuk mempersiapkan laga tandang melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Serang, pada 10 Oktober 2026. Misi meraih tiga poin pertama menjadi target utama, sekaligus modal kepercayaan diri sebelum kembali bermain di hadapan pendukung sendiri.
Ke depan, keberhasilan Garudayaksa FC memadati Pakansari tidak hanya bergantung pada hasil di lapangan, tetapi juga strategi promosi dan keterlibatan komunitas. Apakah manajemen mampu mengubah 386 penonton menjadi ribuan dalam waktu dekat? Jawabannya akan terlihat dari langkah konkret mereka menggaet basis suporter baru di Cibinong dan sekitarnya.



