Aurora Borealis Kembali Terlihat di 10 Negara Bagian AS, Ilmuwan: 2026 Peluang Terbaik
Baca dalam 60 detik
- Fenomena aurora borealis diprediksi muncul di langit malam Rabu di 10 negara bagian AS dengan indeks Kp 5.
- Tidak ada badai geomagnetik yang memperkuat, sehingga penampakan hanya berlangsung singkat dan terbatas.
- Aktivitas aurora menurun sejak puncak siklus matahari 2024, namun 2026 disebut sebagai kesempatan emas terakhir sebelum meredup.

Warga di 10 negara bagian Amerika Serikat berpeluang menyaksikan aurora borealis pada Rabu malam waktu setempat, menurut prakiraan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Lembaga itu mencatat indeks Kp mencapai level 5, yang berarti cahaya utara berpotensi tampil cukup memukau bagi pengamat di lokasi yang tepat.
Meski demikian, tidak ada badai geomagnetik yang diprediksi terjadi malam itu. Badai semacam itu biasanya memperkuat intensitas aurora, sehingga tanpa kehadirannya, penampakan diprediksi hanya berlangsung moderat dan tidak selebar biasanya. NOAA memetakan wilayah yang mungkin terdampak, mulai dari Washington utara, ujung utara Idaho, sebagian besar Montana, perbatasan Wyoming-Montana, North Dakota, South Dakota utara, Minnesota utara, Wisconsin utara, Semenanjung Atas Michigan, hingga Michigan utara. Alaska tetap memiliki peluang lebih besar dibandingkan wilayah AS daratan lainnya.
Bagi mereka yang ingin mencoba peruntungan, waktu terbaik adalah antara pukul 22.00 hingga 02.00 dini hari. Mencari lokasi dengan sedikit polusi cahaya dan ketinggian yang memadai akan meningkatkan kemungkinan melihat tirai cahaya hijau tersebut. Bulan yang menerangi 91% permukaan pada Rabu malam bisa sedikit mengganggu visibilitas, tetapi tidak menyurutkan harapan para pemburu aurora.
Pengamat disarankan menghindari flash saat menggunakan ponsel dan mengaktifkan mode malam. Sementara itu, fotografer dengan kamera profesional sebaiknya menggunakan lensa sudut lebar, tripod untuk stabilitas, dan bukaan rendah. Langit malam yang cerah dan minim cahaya buatan menjadi kunci utama.
Aktivitas aurora telah menurun sejak 2024, ketika puncak siklus matahari 11 tahunan menghasilkan penampakan tertinggi dalam 500 tahun terakhir. Seiring waktu yang bergeser dari puncak, intensitas aurora diperkirakan terus melemah. NOAA memperkirakan bahwa 2026 bisa menjadi salah satu kesempatan terakhir untuk menyaksikan fenomena ini dalam skala yang cukup sering sebelum benar-benar meredup.
"Kami memperkirakan aktivitas aurora akan menurun secara bertahap, tetapi 2026 masih menyisakan peluang yang layak dikejar," ujar seorang pejabat NOAA dalam keterangan resminya.
Bagi pembaca di Indonesia, fenomena ini mungkin terdengar jauh, namun memiliki relevansi tidak langsung. Aurora borealis adalah hasil interaksi partikel matahari dengan medan magnet Bumi, yang juga memengaruhi teknologi satelit, komunikasi radio, dan navigasi. Peningkatan aktivitas geomagnetik dapat mengganggu sinyal GPS dan satelit telekomunikasi yang digunakan sehari-hari, termasuk oleh penyedia layanan internet di Indonesia. Meski dampaknya tidak signifikan pada level Kp 5, pemantauan cuaca antariksa tetap penting bagi negara kepulauan yang bergantung pada infrastruktur satelit.
Selain itu, riset tentang aurora dan cuaca antariksa semakin menjadi perhatian global, termasuk di Asia Tenggara. Lembaga penerbangan dan antariksa Indonesia (LAPAN) kini bergabung dalam jaringan pemantauan cuaca antariksa internasional, yang bertujuan memitigasi risiko gangguan teknologi akibat badai matahari. Dengan demikian, meskipun aurora tidak terlihat dari garis khatulistiwa, dampak tidak langsungnya tetap relevan bagi industri penerbangan, perbankan, dan telekomunikasi nasional.
Ke depan, para ilmuwan memperkirakan bahwa siklus matahari berikutnya akan mencapai puncak sekitar 2035. Namun, sebelum itu, periode 2026 hingga 2028 menjadi jendela kritis untuk mengumpulkan data dan menikmati sisa-sisa kemegahan aurora. Apakah Anda siap mengejar cahaya utara sebelum redup? Bagi para pemburu aurora, waktu terus berjalan, dan langit malam menyimpan pesona yang tak lama lagi akan berkurang intensitasnya.



