Anthony Hudson Bawa Thailand ke Indonesia dengan Satu Misi: Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thailand Anthony Hudson menegaskan ambisi juara saat timnya mendarat di Jakarta untuk edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
- Hudson menilai level turnamen melonjak karena negara peserta kini menurunkan skuad terbaik, berbeda dari AFF sebelumnya.
- Thailand langsung bertolak ke Bandung, venue Grup B, dan akan bersaing dengan Vietnam, Filipina, serta Pakistan.

Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson tidak menyembunyikan ambisi timnya di FIFA ASEAN Cup 2026. Begitu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (23/9) petang, ia langsung menyatakan bahwa The War Elephants datang ke Indonesia dengan satu target: pulang membawa trofi.
"Kami ingin memenanginya. Itu target kami," ujar Hudson, seperti dikutip dari rilis PSSI. Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Thailand membawa skuad terbaiknya, sebuah pergeseran signifikan dibandingkan edisi AFF sebelumnya ketika mereka tampil tanpa pemain-pemain utama.
Hudson menilai perubahan komposisi skuad membuat persaingan di edisi perdana turnamen ini jauh lebih ketat. "Level turnamen ini jelas lebih tinggi karena semua tim membawa pemain-pemain utama. Pada AFF lalu, kami tidak membawa pemain utama. Sekarang kami memiliki skuad utama, jadi levelnya tentu akan jauh lebih tinggi," tegasnya.
Perjalanan panjang dari Bangkok ke Jakarta tidak membuat Hudson kehilangan fokus. Ia mengakui anak asuhnya butuh waktu pemulihan, tetapi semangat bertanding justru meningkat. "Kami baru tiba dan sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan pertama. Perjalanannya cukup panjang, kami perlu memulihkan kondisi, tetapi kami benar-benar bersemangat," katanya.
Thailand tidak sendirian dalam memburu gelar. Hudson menyadari bahwa sejumlah tim memiliki kekuatan mumpuni, terutama Indonesia yang tampil sebagai tuan rumah, Vietnam, dan Singapura. "Ada sejumlah tim yang sangat bagus di sini, seperti Indonesia, Vietnam, dan Singapura. Ada banyak tim kuat, jadi turnamen ini akan sangat kompetitif. Namun, untuk saat ini, kami hanya fokus pada pertandingan pertama," tuturnya.
Fokus pada laga pembuka menjadi strategi Hudson untuk menjaga momentum. Ia enggan terjebak dalam tekanan target juara yang bisa mengganggu konsentrasi pemain. Pendekatan ini mencerminkan kesadaran bahwa turnamen dengan format baru dan kekuatan merata menuntut adaptasi cepat, terutama karena Thailand harus beradaptasi dengan venue di Bandung yang berbeda dari biasanya.
Bagi Indonesia, kehadiran Thailand dengan skuad penuh menjadi ujian tersendiri. Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih baru dituntut memanfaatkan dukungan suporter dan kondisi lapangan. Persaingan di Grup B yang juga dihuni Vietnam dan Filipina membuat setiap poin krusial. Kehadiran Pakistan sebagai tim non-ASEAN menambah warna, tetapi secara kualitas, tiga tim teratas tetap menjadi favorit.
FIFA ASEAN Cup 2026 edisi perdana ini menjadi ajang pembuktian bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menunjukkan peningkatan level kompetisi. Dengan membawa pemain utama, Thailand memberi sinyal bahwa mereka tidak ingin sekadar berpartisipasi. Namun, Hudson juga menyadari bahwa status favorit tidak menjamin apa pun. Ia memilih untuk tidak terlena dan tetap membumi.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Thailand mengubah ambisi menjadi kenyataan, atau justru Indonesia dan Vietnam yang akan mendominasi? Jawabannya akan terlihat mulai laga pertama di Bandung, tempat di mana Grup B akan menuntaskan seluruh pertandingan.



