Bangladesh Tantang Indonesia di Grup A ASEAN Cup 2026, Striker Rakib Hossain: Kami Siap Kejutkan Tuan Rumah
Baca dalam 60 detik
- Timnas Bangladesh tiba di Jakarta sejak 19 September 2026 untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026, dengan pelatih Thomas Dooley membawa 23 pemain.
- Striker Rakib Hossain menegaskan timnya siap bersaing meski peringkat FIFA Bangladesh (181) jauh di bawah Malaysia (130), Singapura (148), dan Indonesia (118).
- Bergabungnya Hamza Chowdhury dan Shamit Shome memperkuat skuad, memberi Bangladesh peluang lebih besar untuk mencuri poin di Grup A.

Timnas Bangladesh telah menjejakkan kaki di Jakarta sejak Sabtu (19/9/2026) untuk mengikuti turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad asuhan Thomas Dooley itu langsung menggelar latihan guna mematangkan strategi menghadapi Grup A Premier Division yang dihuni Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia. Laga perdana mereka akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) sore, melawan Malaysia.
Striker Bangladesh, Rakib Hossain, mengakui bahwa timnya tidak diunggulkan. Namun, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan sejak jauh hari. "Kami sadar harus melawan tim-tim kuat. Malaysia, Indonesia, dan Singapura memiliki peringkat jauh lebih baik. Pelatih sudah menyiapkan kami sejak awal, dan kami berlatih keras sebelum tiba di sini," ujar Rakib seperti dikutip dari TSports.
Perbedaan peringkat FIFA menjadi bukti beratnya tantangan. Bangladesh saat ini berada di posisi ke-181 dunia, sementara Singapura di peringkat 148, Malaysia 130, dan Indonesia 118. Meski demikian, Rakib menolak timnya dianggap sebagai pelengkap. Ia menegaskan bahwa Bangladesh datang dengan ambisi untuk membuat kejutan.
Kekuatan Bangladesh diprediksi meningkat setelah sejumlah pemain penting merapat. Hamza Chowdhury, yang bermain untuk Sheffield United, tiba di Jakarta pada Senin (21/9/2026) dan langsung berlatih di gym. Shamit Shome menyusul sehari kemudian. Rakib menilai kehadiran mereka membuat persiapan tim lebih utuh. "Hamza sudah datang, Farhan Ali juga sudah di sini. Ketika semua lengkap, kami bisa berlatih sebagai satu tim. Itu positif bagi kami," tambahnya.
Bagi Indonesia, kehadiran Bangladesh di Grup A tidak bisa diremehkan. Meskipun secara peringkat jauh di bawah, semangat dan persiapan matang kerap menjadi faktor penentu di turnamen regional. Timnas Indonesia yang berstatus tuan rumah dituntut untuk tidak terjebak dalam euforia. Laga melawan Bangladesh pada matchday kedua bisa menjadi jebakan jika skuad Garuda lengah.
Pelatih Thomas Dooley dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam organisasi pertahanan. Ia kemungkinan akan menerapkan strategi bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Rakib Hossain, sebagai ujung tombak, akan menjadi tumpuan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dengan tambahan pemain seperti Hamza Chowdhury, kualitas lini tengah Bangladesh diprediksi lebih solid.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang pembuktian bagi negara-negara Asia Tenggara untuk mengukur kekuatan jelang kompetisi yang lebih besar. Bagi Bangladesh, turnamen ini adalah kesempatan langka untuk bersaing di level regional dan meningkatkan peringkat FIFA. Sementara bagi Indonesia, gelar juara di kandang sendiri adalah harga mati.
Pertanyaan besarnya, mampukah Bangladesh benar-benar mengganggu dominasi tim-tim unggulan? Atau justru Indonesia yang akan memanfaatkan status tuan rumah untuk melaju mulus ke babak berikutnya? Jawabannya akan terlihat mulai 25 September mendatang.



