Foto Set The Hunt for Gollum Kembali ke Shire, Frodo Siap Di-de-age
Baca dalam 60 detik
- Warner Bros. merilis foto lokasi syuting The Hunt for Gollum yang memperlihatkan Shire dan sosok Hobbit yang diduga Frodo.
- Elijah Wood kembali memerankan Frodo dengan bantuan efek digital de-aging, didampingi deretan aktor baru seperti Kate Winslet dan Anya Taylor-Joy.
- Film ini dijadwalkan tayang 17 Desember 2027, berbarengan dengan Avengers: Secret Wars, berpotensi menciptakan fenomena tontonan ganda.

Warner Bros. secara resmi membagikan foto-foto dari lokasi syuting film terbaru The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, memperlihatkan Shire yang hijau dan sekelompok Hobbit sedang beraktivitas. Foto-foto ini pertama kali muncul di TikTok dan langsung memicu spekulasi penggemar, terutama karena salah satu gambar menampilkan punggung seorang Hobbit yang diduga kuat adalah Frodo Baggins, yang kembali diperankan Elijah Wood.
Dalam foto tersebut, terlihat Andy Serkis—yang juga menyutradarai film ini—sedang mengarahkan kamera, sementara sebuah gerobak mengangkut labu raksasa dan beberapa Hobbit mengamati bebek di kolam. Warner Bros. merilis foto-foto ini untuk memperingati Hobbit Day yang jatuh pada 22 September, bertepatan dengan ulang tahun Frodo dan Bilbo Baggins. Kehadiran Shire dalam foto-foto ini seolah mengonfirmasi bahwa film prekuel ini akan menyentuh bagian awal kisah yang tidak diadaptasi dalam trilogi 2001.
Keputusan menghadirkan kembali Elijah Wood sebagai Frodo menandai strategi nostalgia yang kian umum di Hollywood. Meski Wood kini berusia 45 tahun, teknologi de-aging akan digunakan untuk menyesuaikan penampilannya dengan versi muda Frodo dari trilogi awal. Pendekatan serupa juga diterapkan pada Ian McKellen sebagai Gandalf dan Andy Serkis sebagai Gollum, yang kembali ke peran ikonik mereka. Namun, kehadiran aktor-aktor baru seperti Kate Winslet sebagai Marigol, Anya Taylor-Joy sebagai Seren, Jamie Dornan sebagai Strider (Aragorn), dan Leo Woodall sebagai Halvard menunjukkan bahwa film ini tidak sekadar mengandalkan wajah lama.
"Kami ingin membawa penonton kembali ke Shire, tetapi dengan cerita yang belum pernah mereka lihat di layar lebar," ujar seorang sumber dari produksi, seperti dikutip dari laporan industri.
Dari sisi cerita, The Hunt for Gollum diperkirakan mengisi celah waktu antara pesta ulang tahun ke-111 Bilbo dan kembalinya Gandalf ke Shire, yang dalam novel The Fellowship of the Ring menjadi awal pencarian cincin. Gandalf menugaskan Aragorn untuk melacak Gollum guna memastikan asal cincin Bilbo dan apakah itu benar-benar Cincin Utama yang dicari Sauron. Alur ini sempat dipangkas dari film 2001, sehingga memberi ruang eksplorasi baru bagi para pembuat film.
Bagi pasar Indonesia, film ini berpotensi menjadi magnet box office mengingat basis penggemar Lord of the Rings yang besar, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Kehadiran aktor-aktor papan atas seperti Kate Winslet dan Anya Taylor-Joy dapat menarik penonton di luar basis penggemar setia. Namun, tantangan tetap ada: apakah nostalgia dan teknologi de-aging cukup untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang segar, atau justru terjebak dalam bayang-bayang trilogi Peter Jackson? Selain itu, jadwal rilis yang bertabrakan dengan Avengers: Secret Wars bisa memecah perhatian penonton, meskipun di sisi lain berpotensi menciptakan fenomena tontonan ganda ala Barbenheimer.
Dengan tanggal tayang yang masih dua tahun lagi, Warner Bros. tampaknya akan terus membangun antisipasi melalui konten-konten di balik layar. Pertanyaannya, akankah The Hunt for Gollum mampu memikat generasi baru tanpa kehilangan esensi epik Tolkien, atau justru menjadi sekadar reuni nostalgia yang aman? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Shire selalu berhasil memanggil kita pulang.



