Pestapora 2026: 330 Penampil, 19 Panggung, dan Taruhan Besar Ekosistem Musik Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Pestapora 2026 digelar 25-27 September di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran dengan 330 penampil dan 19 panggung.
- Kejutan utama: comeback Syahrini setelah 7 tahun, kolaborasi Kerispatih x Sammy Simorangkir, serta penampilan perdana musisi Korea Selatan.
- Festival ini menjadi ujian daya beli pasar hiburan domestik sekaligus peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif Jakarta.

Pestapora 2026 memastikan diri sebagai salah satu perhelatan musik terbesar tahun ini dengan menghadirkan 330 penampil yang tersebar di 19 panggung. Festival bertema "Celebration of Surprises" itu akan berlangsung selama tiga hari, 25 hingga 27 September 2026, di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Bagi publik musik Tanah Air, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa industri pertunjukan hidup kembali setelah sempat limbung akibat pandemi.
Direktur Festival Kiki Aulia Ucup mengungkapkan bahwa penyusunan jadwal dan poster menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, menampung ratusan nama dalam satu desain poster bukan pekerjaan mudah. "Total ada 330 penampil. Kami kembali ke era poster Pestapora yang tulisannya sangat kecil. Mau tidak mau, karena menaruh 330 penampil dalam satu poster ternyata tidak semudah itu untuk membuat tulisannya lebih terbaca," ujar Ucup dalam jumpa pers di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Ia menambahkan bahwa rundown pertunjukan juga telah diumumkan lebih awal untuk memberi kepastian bagi pengunjung.
Sejumlah nama diproyeksikan menjadi magnet utama. Syahrini akan kembali ke panggung setelah tujuh tahun vakum dari dunia musik. Fourtwnty juga menjajal comeback bersama Erwin Goetawa Orkestra. Selain itu, Kerispatih tampil bersama Sammy Simorangkir, King Nassar menyiapkan kejutan, dan Ardhito Pramono berkolaborasi dengan Danilla untuk membawakan lagu-lagu city pop era 1980-an. Erwin Gutawa dijadwalkan bernyanyi bersama keduanya pada hari pertama. "Kami hadirkan kembali Kerispatih feat. Sammy Simorangkir, terus ada King Nassar yang nanti di bulan November akan melakukan konser tunggal yang kebetulan berkolaborasi juga dengan Boss Creator," kata Ucup.
Yang menarik, Pestapora tahun ini untuk pertama kalinya mendatangkan musisi asal Korea Selatan, yakni Tuesday Beach Club dan Mombrimz. Langkah ini menandai upaya festival memperluas jangkauan pasar, tidak hanya terbatas pada penikmat musik domestik. Di sisi lain, daftar penampil juga mencakup nama-nama besar seperti Juicy Luicy, Wijaya 80, Vierratale, Teenage Death Star, Fiersa Besari, Ari Lasso, Rhoma Irama, Raisa, Baale, Barasuara, Bernardya, Jirayut, Maliq & D'Essentials, Mahalini, Dialog Dini Hari, Happy Asmara, dan DNA. Kombinasi ini menunjukkan strategi kurasi yang menjembatani generasi musik lama dan baru.
Bagi perekonomian Jakarta, gelaran selama tiga hari berpotensi menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, dan usaha mikro di sekitar Kemayoran. Festival musik skala besar kerap menjadi katalis bagi perputaran uang di wilayah penyelenggaraan. Namun, tantangan tetap ada: daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi menjadi variabel penentu apakah tiket terjual habis atau tidak. Pemerintah daerah dan penyelenggara perlu memastikan aksesibilitas serta keamanan agar tidak menimbulkan kemacetan dan masalah logistik.
Dari kacamata industri, Pestapora 2026 bisa dibaca sebagai barometer kepercayaan pelaku ekosistem musik terhadap pasar Indonesia. Kehadiran 330 penampil dalam satu panggung raksasa menunjukkan bahwa permintaan terhadap pengalaman live masih tinggi. Jika sukses, format ini berpotensi direplikasi di kota lain dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan utama tur musik Asia Tenggara. Sebaliknya, jika terjadi kendala teknis atau penurunan antusiasme, penyelenggara perlu mengevaluasi model bisnisnya.
"Kami ingin Pestapora tetap menjadi ruang kejutan, bukan hanya bagi penonton tetapi juga bagi musisi yang tampil," ujar Ucup menggambarkan semangat festival tahun ini.
Pertanyaan yang tersisa: mampukah Pestapora 2026 tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi dampak ekonomi berkelanjutan bagi para pelaku seni dan UMKM di sekitarnya? Publik akan menilai dari gelaran tiga hari yang tersisa.



