Oxford United Lepas Marselino Ferdinan ke Persija Tanpa Biaya Transfer, Ini Dampaknya bagi Timnas
Baca dalam 60 detik
- Oxford United mengonfirmasi kepergian Marselino Ferdinan setelah kontraknya habis, tanpa biaya transfer ke Persija Jakarta.
- Gelandang Timnas Indonesia itu masih dalam pemulihan cedera otot yang memaksanya naik meja operasi pada Agustus 2026.
- Kepindahan ini bisa menjadi peluang Marselino bangkit di Liga 1 sekaligus memperkuat skuad Persija untuk kompetisi domestik.

Oxford United resmi mengumumkan bahwa Marselino Ferdinan tidak lagi menjadi bagian dari klub, setelah kontraknya berakhir pada musim panas 2026. Gelandang Timnas Indonesia itu selanjutnya bergabung dengan Persija Jakarta tanpa biaya transfer. Keputusan ini menandai akhir perjalanan dua tahun Marselino di klub kasta ketiga Liga Inggris tersebut, yang selama ini lebih banyak diwarnai cedera dan minim kesempatan bermain.
Dalam pernyataan di situs resmi klub, Oxford United menyebut bahwa Marselino pergi setelah kontraknya habis, dan klub tetap memberikan dukungan penuh selama proses pemulihan cedera. "Oxford United mengonfirmasi bahwa Marselino Ferdinan telah meninggalkan klub dan bergabung dengan klub Liga Super Indonesia, Persija Jakarta," tulis manajemen Oxford. Mereka juga menegaskan bahwa pemain berusia 22 tahun itu menghabiskan sebagian musim terakhirnya dengan status pinjaman di AS Trencin, Slovakia.
Selama berseragam Oxford, Marselino hanya mencatatkan dua penampilan kompetitif dengan total 14 menit di lapangan. Minimnya menit bermain ini tidak lepas dari rentetan cedera yang membelitnya. Pada akhir Desember 2025, ia harus menjalani operasi hamstring, lalu pada pertengahan Agustus 2026 kembali naik meja bedah akibat masalah otot yang dialami saat training camp Timnas Indonesia. Hingga kini, ia masih dalam tahap pemulihan dan belum bisa dipastikan kapan akan kembali merumput.
Kepindahan ini membawa angin segar bagi Persija Jakarta yang tengah membangun skuad untuk mengarungi kompetisi domestik. Dengan status bebas transfer, Macan Kemayoran mendapatkan pemain muda berlabel Timnas tanpa harus mengeluarkan mahar. Namun, tantangan terbesar tetap pada kondisi fisik Marselino. Jika ia mampu pulih total, kehadirannya bisa menjadi motor serangan sekaligus magnet bagi suporter. Sebaliknya, jika cedera terus menghantui, langkah ini bisa menjadi pertaruhan besar bagi kedua belah pihak.
"Seluruh pihak di Oxford United mengucapkan terima kasih kepada Marselino atas waktunya selama berada di klub dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya pada masa mendatang," demikian pernyataan resmi Oxford United.
Bagi Timnas Indonesia, kepulangan Marselino ke Liga 1 bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia akan lebih mudah dipantau oleh tim pelatih dan mendapatkan menit bermain reguler jika bugar. Di sisi lain, kompetisi domestik sering dianggap belum selevel dengan Eropa, sehingga eksposur internasionalnya berpotensi menurun. Pelatih Timnas, Shin Tae-yong, sebelumnya menegaskan bahwa pemain yang rutin bermain di klub akan lebih diprioritaskan. Maka, kebugaran Marselino menjadi kunci untuk kembali memperkuat Garuda.
Dari kacamata industri, transfer ini juga mencerminkan dinamika pasar pemain Indonesia. Klub-klub Eropa kini lebih berhati-hati merekrut pemain Asia yang rentan cedera, sementara klub dalam negeri mulai berani menampung talenta muda untuk memperkuat liga. Persija, sebagai salah satu klub besar, memiliki fasilitas medis dan tim pelatih yang mumpuni untuk membantu pemulihan Marselino. Jika berhasil, ini bisa menjadi blueprint bagi klub lain dalam mengelola pemain cedera.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia menanti apakah Marselino mampu membuktikan kualitasnya di level domestik. Dengan dua operasi dalam delapan bulan, pertanyaan besarnya bukan hanya soal teknis, tetapi juga mental dan ketahanan fisik. Mampukah ia bangkit dan menjadi bintang di Liga 1, atau justru cedera kembali menghambat kariernya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: langkah ini menjadi titik balik karier Marselino Ferdinan.



