Opsi Kripto Senilai Rp260 Triliun Jatuh Tempo, Pasar Bertaruh pada Kenaikan Bitcoin
Baca dalam 60 detik
- Kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total sekitar 18 miliar dolar AS akan kedaluwarsa pada Jumat, dengan mayoritas posisi bertumpu pada skenario harga naik.
- Dominasi opsi beli (call) mencerminkan ekspektasi pasar terhadap penguatan Bitcoin, meski level max pain di 75.000 dolar AS berpotensi menekan harga menjelang settlement.
- Pasca-kedaluwarsa, efek penahanan harga dari lindung nilai dealer diperkirakan mengendur, membuka ruang volatilitas jangka pendek dan penentuan ulang rentang perdagangan.

Pasar derivatif kripto bersiap menghadapi salah satu peristiwa terbesar tahun ini: kedaluwarsa kontrak opsi kuartalan Bitcoin dan Ethereum pada Jumat (25/9) pukul 08.00 UTC. Nilai totalnya mencapai sekitar 18 miliar dolar AS, terdiri dari 15,9 miliar dolar AS opsi Bitcoin dan 2,1 miliar dolar AS opsi Ethereum. Angka ini setara lebih dari Rp260 triliun, menjadikannya momen krusial yang dapat mengguncang arah harga aset digital dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi bursa Deribit, platform derivatif kripto terkemuka, peristiwa ini memangkas 37% dari total open interest Bitcoin mereka yang saat ini bernilai sekitar 43,5 miliar dolar AS. CEO Deribit, Luuk Strijers, mengungkapkan bahwa kedaluwarsa kuartalan September ini termasuk yang terbesar sepanjang tahun di bursanya. "Kontrak September tetap didominasi opsi beli, dengan rasio put/call 0,69 โ posisi yang dibangun untuk mengharapkan harga lebih tinggi," ujarnya kepada CoinDesk.
Dominasi opsi beli (call) menunjukkan bahwa mayoritas trader memasang taruhan pada kenaikan harga Bitcoin. Rasio put/call sebesar 0,69 berarti jumlah kontrak call jauh melampaui put. Ini mencerminkan sentimen bullish yang kuat, meski pasar opsi sering kali menjadi medan pertempuran antara ekspektasi dan realitas. Sebanyak 55% dari 9,4 miliar dolar AS taruhan call akan berakhir in the money, artinya posisi tersebut sudah mencetak keuntungan karena harga spot saat ini berada di atas strike price. Sementara itu, opsi put sebagian besar tidak bernilai.
Max pain, level harga di mana pembeli opsi secara kolektif mengalami kerugian terbesar, berada di 75.000 dolar AS. Teori ini menyatakan bahwa penjual opsi memiliki insentif untuk mendorong harga spot ke level tersebut demi memaksimalkan kerugian pembeli. Meski banyak diperdebatkan, Deribit menyebut level ini sebagai "magnet lembut" bagi harga menjelang kedaluwarsa. Chief Commercial Officer Deribit, Jean-David Pรฉquignot, menambahkan bahwa distribusi open interest menunjukkan lantai harga di sekitar 75.000 dolar AS. "Open interest terkonsentrasi di strike call 85.000, 90.000, 95.000, dan 100.000 dolar AS, mencerminkan pengaruh blok call condor besar yang kini masuk ke dalam permainan saat spot mendekati 86.000 dolar AS," jelasnya. "Di sisi put, struktur defensif berlabuh di 60.000, 70.000, dan 75.000 dolar AS, menciptakan lantai support berlapis."
Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini, yang menembus area 80.000โ87.000 dolar AS, turut didorong oleh aktivitas lindung nilai dealer. Dealer yang memegang posisi short call harus membeli Bitcoin di pasar spot saat harga naik untuk menjaga eksposur mereka, sehingga memperkuat momentum reli. Namun, setelah settlement, aliran gamma dan lindung nilai ini akan menguap. Strijers memperingatkan bahwa efek penahanan harga (pinning) akan memudar, volatilitas jangka pendek bisa meningkat, dan rentang perdagangan yang berlaku saat ini berpotensi direset.
"Begitu aliran gamma dan lindung nilai bergulir setelah settlement, efek penahanan memudar, volatilitas jangka pendek dapat meningkat, dan rentang yang berlaku bisa direset." โ Luuk Strijers, CEO Deribit
Bagi trader di Indonesia, peristiwa ini menawarkan pelajaran berharga tentang dinamika pasar derivatif kripto yang semakin terintegrasi dengan pasar global. Meskipun Bappebti belum mengizinkan perdagangan opsi kripto secara langsung, pergerakan harga Bitcoin di bursa internasional tetap berdampak pada likuiditas dan sentimen di platform lokal. Volatilitas pasca-kedaluwarsa bisa menjadi peluang sekaligus risiko bagi investor ritel yang aktif memperdagangkan aset kripto. Selain itu, dominasi opsi call menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka menengah Bitcoin, meski bayang-bayang koreksi tetap ada.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana posisi-posisi ini di-rollover ke kontrak Oktober dan Desember. Rollover berarti trader menutup posisi saat ini dan membuka posisi serupa dengan tanggal kedaluwarsa lebih jauh. Strijers menyebut level 85.000 dolar AS akan menjadi titik pantau penting. Jika harga bertahan di atas level tersebut, ekspektasi bullish dapat berlanjut. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level itu bisa memicu aksi jual dan menguji kembali support di 75.000 dolar AS. Dengan likuiditas yang besar dan sentimen yang masih condong ke atas, pasar kripto memasuki fase penentuan arah yang akan menentukan tren hingga akhir tahun.



