Di Balik Pertemuan Burnham-Trump: Sinyal Ekonomi dan Ujian Diplomasi di Markas PBB
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bertemu Presiden AS Donald Trump di sela Sidang Umum PBB, menghasilkan kesan positif namun menyisakan ketegangan soal Chagos.
- Trump menyebut Burnham sebagai 'orang bisnis alami' yang memahami prioritas, membuka peluang kerja sama ekonomi meski ada perbedaan politik.
- Isu Chagos dan sanksi permukiman Tepi Barat menjadi ujian awal; Burnham menyebut kesepakatan Chagos sebagai warisan yang perlu diselesaikan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan bilateral pertama mereka di sela Sidang Umum PBB di New York, Selasa (23/9). Pertemuan yang berlangsung di ruang tanpa jendela di basement markas PBB itu menjadi sorotan karena menjadi ujian awal bagi Burnham—yang baru beberapa bulan menjabat sebagai perdana menteri setelah sebelumnya menjabat wali kota—dalam menghadapi pemimpin paling berpengaruh di dunia.
Dalam pertemuan tersebut, Trump tampil hangat dan memuji Burnham. "Saya pikir dia orang bisnis alami. Kami sudah banyak berdiskusi bahkan sebelum pertemuan ini. Kami sudah sering berbicara lewat telepon. Ya, saya pikir begitu. Dia mengerti apa yang harus dilakukan," ujar Trump menjawab pertanyaan wartawan BBC, Chris Mason, yang hadir dalam ruangan. Pujian itu kontras dengan gaya Trump yang sering agresif terhadap para pemimpin Eropa.
Meski demikian, ketegangan tetap muncul saat membahas masa depan Kepulauan Chagos. Trump secara terbuka menyebut keputusan Inggris menyerahkan kedaulatan Chagos kepada Mauritius dan menyewa kembali pangkalan militer Diego Garcia sebagai "buruk". Ia menambahkan bahwa Perdana Menteri Burnham akan "meninjau ulang" kesepakatan tersebut, yang langsung diiyakan Burnham dengan singkat, "yep".
Dalam wawancara terpisah dengan BBC, Burnham menyebut pertemuan itu "sangat menggembirakan" dan "kami telah membangun koneksi yang baik". Namun, saat ditanya apakah kesepakatan Chagos akan berubah, ia dengan tegas menyebutnya sebagai kesepakatan yang "diwarisi" dan menegaskan bahwa "kami harus menemukan resolusi, dan pekerjaan akan terus berlanjut untuk melihat ke mana resolusi itu membawa".
Pertemuan ini juga menyoroti dinamika diplomasi di bawah pemerintahan Trump yang sering kali tidak terduga. Meski ada perbedaan politik, termasuk keputusan Inggris yang diumumkan Menteri Luar Negeri Ed Miliband untuk menjatuhkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat—yang membuat Israel murka—Trump tidak mengangkatnya sebagai konflik. Begitu pula pertanyaan soal imigrasi yang berpotensi menjadi gesekan, namun berlalu tanpa insiden.
"Saya pikir dia orang bisnis alami. Kami sudah banyak berdiskusi bahkan sebelum pertemuan ini. Kami sudah sering berbicara lewat telepon. Ya, saya pikir begitu. Dia mengerti apa yang harus dilakukan." — Donald Trump
Bagi Indonesia, pertemuan ini memiliki implikasi tidak langsung namun signifikan. Sebagai negara yang juga memiliki kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik, sikap AS terhadap kedaulatan dan pangkalan militer di Chagos dapat menjadi preseden bagi isu serupa di wilayah lain. Selain itu, hubungan dagang dan investasi antara AS dan Inggris yang stabil akan memengaruhi iklim ekonomi global, termasuk arus modal ke negara berkembang. Ketegangan yang tersisa—terutama soal Chagos—juga mengingatkan bahwa aliansi tradisional pun bisa diuji oleh kepentingan nasional masing-masing.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa lama hubungan hangat ini dapat bertahan. Trump dikenal cepat berubah sikap, dan Burnham mungkin akan menghadapi lebih banyak titik gesekan, terutama jika Inggris melanjutkan kebijakan yang bertentangan dengan Washington. Apakah Burnham mampu memanfaatkan momen ini untuk memperkuat posisi Inggris di panggung global, atau justru terjebak dalam pusaran diplomasi transaksional ala Trump? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: pertemuan di basement PBB itu bukan sekadar basa-basi, melainkan langkah awal yang menentukan arah hubungan kedua negara.



