Rosalía Tutup Tur Lux, Pulang ke Keluarga Jadi Prioritas Utama
Baca dalam 60 detik
- Rosalía mengakhiri tur Lux selama enam bulan pada 16 September dan menyatakan keinginan kuat untuk segera pulang menemui keluarganya.
- Di balik gemerlap panggung, ia mengandalkan meditasi, lilin, dan gerakan bebas untuk menyiapkan mental sebelum tampil.
- Debut aktingnya di serial Euphoria membuka peluang baru di industri hiburan, sementara aroma palo santo menjadi ciri khas konser yang ia banggakan.

Penyanyi Spanyol Rosalía resmi menutup tur dunianya, Lux, pada 16 September setelah enam bulan menggelar pertunjukan di berbagai negara. Begitu tur berakhir, ia mengaku tidak ingin berlama-lama merayakan kesuksesan, melainkan langsung pulang ke kampung halamannya di Sant Esteve Sesrovires, dekat Barcelona, untuk berkumpul dengan keluarga. “Saya benar-benar ingin pulang dan bertemu keluarga. Itu prioritas nomor satu saya,” ujarnya kepada majalah Harper’s Bazaar.
Selama tur, jadwal manggung hampir setiap malam di negara berbeda menjadi beban tersendiri bagi perempuan 33 tahun itu. Ia mengakui bahwa ritme tersebut menguras energi dan membuatnya merindukan orang-orang terdekat. “Sangat menantang untuk tampil setiap malam di negara yang berbeda. Saya ingin menyelesaikannya dengan cara terbaik, lalu kita lihat nanti,” tuturnya.
Di balik penampilan panggung yang memukau, Rosalía memiliki ritual khusus sebelum naik ke atas panggung. Ia justru mencari ketenangan, bukan euforia. “Saya berharap euforia datang saat saya di atas panggung. Jadi sebelum tampil, saya butuh yang sebaliknya. Karena itu saya menyalakan lilin, bermeditasi, dan bergerak,” jelasnya. Menurutnya, meditasi dan gerakan bebas membantunya terhubung dengan diri sendiri. “Jika ada ruang, saya melakukan gerakan bebas. Untuk meditasi, saya biasanya hanya menatap lilin. Lalu berdoa dan melepaskan.”
Sebagai duta parfum Calvin Klein, Rosalía sangat memperhatikan aroma. Ia bahkan ingin penonton merasakan pengalaman olfaktori yang sama. “Saat saya tampil, ada dispenser asap yang bergerak dari sisi ke sisi, dan di dalamnya ada aroma palo santo agar penonton juga bisa merasakannya,” ungkapnya. Detail ini menunjukkan bagaimana ia menggabungkan seni pertunjukan dengan pengalaman sensorik yang menyeluruh.
Tidak hanya di dunia musik, Rosalía juga mencoba peruntungan di dunia akting. Tahun ini ia memulai debut aktingnya dalam serial Euphoria yang dibintangi Zendaya. Ia mengaku banyak belajar dari para aktor berpengalaman di sana. “Mereka sangat berpengalaman; mereka masuk dan keluar dari adegan dengan mudah, anggun, dan santai. Anda bisa melihat bahwa mereka tidak mengeluarkan usaha lebih dari yang diperlukan,” pujinya. “Saya pikir ada keindahan dalam seni itu, dan saya ingin mempelajarinya dan menguasainya.”
Bagi penggemar di Indonesia, pernyataan Rosalía ini bisa menjadi cermin bagaimana industri hiburan global menuntut dedikasi fisik dan mental yang tinggi. Tur dunia bukan sekadar rangkaian konser, tetapi juga ujian ketahanan mental. Kesehatan mental artis menjadi isu yang semakin terbuka diperbincangkan, dan Rosalía termasuk yang tidak ragu berbagi kerentanannya.
Ke depan, apakah Rosalía akan benar-benar rehat sejenak dari panggung musik dan lebih fokus pada akting? Atau justru ia akan segera menyiapkan proyek baru setelah mengisi ulang energi bersama keluarga? Publik menantikan langkah selanjutnya dari musisi yang dikenal berani mengeksplorasi batas seni ini.



