Beats 360: Headphone Kustom Pertama dengan Bantalan Tukar, Kendall Jenner Jadi Wajah
Baca dalam 60 detik
- Beats merilis headphone over-ear flagship bernama Beats 360 dengan bantalan telinga dan headband yang bisa diganti-ganti, dijual mulai 22 September di AS seharga $349,99.
- Kampanye iklan menampilkan Kendall Jenner dalam empat versi dirinya, menegaskan posisi produk sebagai aksesori gaya hidup yang bisa disesuaikan dengan penampilan pengguna.
- Langkah ini berpotensi memicu tren kustomisasi di pasar audio premium dan menjadi sinyal bagi produsen lain untuk menghadirkan personalisasi serupa, termasuk di Indonesia.

Beats resmi meluncurkan headphone over-ear terbaru mereka, Beats 360, yang untuk pertama kalinya mengusung bantalan telinga dan headband yang dapat ditukar sesuai keinginan pengguna. Produk ini diposisikan sebagai flagship anyar perusahaan dan mulai dijual di Amerika Serikat pada 22 September dengan harga $349,99.
Peluncuran tersebut digenjot melalui kampanye iklan yang menampilkan model Kendall Jenner. Dalam spot berjudul "Beats 360 ft. Kendall Jenner, Kendall Jenner, Kendall Jenner, dan Kendall Jenner", Jenner tampil sebagai beberapa versi dirinya di sebuah kafe bernama Kendalls. Setiap versi mengenakan varian warna dan bantalan berbeda, menyoroti fleksibilitas produk.
Beats 360 hadir dalam empat warna inti—hitam, cloud (putih tulang), pink, dan sky (biru langit)—masing-masing dengan bantalan performance knit yang serasi. Perusahaan juga menjual kit bantalan terpisah: performance knit dalam enam pilihan warna (termasuk navy dan volt) serta ultraplush dalam hitam dan cloud. Di pasar terpilih, kit bantalan ditawarkan dengan harga perkenalan $9,99, sebelum kembali ke harga normal $49,99.
Dalam siaran pers, Kendall Jenner mengungkapkan alasan ia tertarik dengan konsep ini. "Saya selalu bergerak dan berganti-ganti penampilan," ujarnya. "Beats 360 cocok dengan gaya hidup saya. Saya suka bisa mengganti bantalan agar sesuai dengan aktivitas hari itu."
Chief Marketing Officer Beats, Chris Thorne, menambahkan bahwa Jenner adalah representasi sempurna untuk produk yang bisa berubah sesuai momen. "Kendall menyesuaikan penampilannya untuk setiap kesempatan, jadi ia butuh headphone yang bisa berubah bersamanya. Film ini menangkapnya dengan sempurna," kata Thorne.
Langkah Beats memasuki segmen kustomisasi headphone premium bukan tanpa alasan. Pasar audio personal global terus tumbuh, dan konsumen semakin mencari perangkat yang tidak hanya berkualitas suara tinggi tetapi juga mampu mengekspresikan identitas. Dengan menawarkan bantalan yang bisa ditukar, Beats mencoba membedakan diri dari kompetitor seperti Sony, Bose, dan Apple—yang juga memiliki lini headphone premium—meski belum ada yang mengadopsi sistem bantalan modular secara luas.
Bagi pasar Indonesia, produk ini berpotensi menjadi incaran para penggemar gadget dan fashion, meski harga dan ketersediaan resmi belum diumumkan. Jika masuk secara resmi, Beats 360 akan bersaing dengan merek-merek yang sudah mapan di segmen atas, seperti Sony WH-1000XM5 dan Bose QuietComfort Ultra. Namun, strategi kustomisasi bisa menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi konsumen muda yang menyukai personalisasi.
Kehadiran Beats 360 juga bisa mendorong merek lain untuk menghadirkan fitur serupa. Dalam jangka panjang, ini dapat mengubah cara produsen memandang aksesori headphone—bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari gaya hidup yang bisa diperbarui. Pertanyaannya, apakah pasar Indonesia siap membayar premium untuk headphone yang bisa berganti kulit? Waktu yang akan menjawab, tetapi tren kustomisasi tampaknya semakin sulit dibendung.



