Diablo 5 Akan Ubah Sistem Level Scaling, Blizzard Janji Karakter Terasa Lebih Kuat
Baca dalam 60 detik
- Blizzard mengonfirmasi Diablo 5 akan mengadopsi pendekatan berbeda dalam penskalaan level monster, menjauh dari sistem yang dipakai Diablo 3 dan 4.
- Direktur Joe Shely menekankan bahwa esensi Diablo adalah perasaan menjadi kuat, dan penskalaan otomatis kerap mengganggu momen tersebut.
- Perubahan ini berpotensi memuaskan basis penggemar berat, namun menimbulkan tantangan baru dalam menjaga keseimbangan permainan.

Blizzard Entertainment memastikan bahwa Diablo 5 tidak akan menerapkan sistem penskalaan level monster (level scaling) seperti yang digunakan pada dua seri sebelumnya. Direktur permainan Joe Shely menyatakan bahwa tim pengembang tengah menjajaki pendekatan alternatif agar pemain merasakan lonjakan kekuatan yang signifikan saat karakter mereka naik level.
Keputusan ini muncul setelah bertahun-tahun kritik dari sebagian komunitas yang menilai sistem penskalaan otomatis di Diablo 3 dan Diablo 4 mengurangi sensasi menjadi sosok pembasmi iblis yang perkasa. Dalam sistem tersebut, monster ikut menguat seiring peningkatan level pemain, sehingga jarak kekuatan antara karakter dan musuh cenderung konstan hingga pemain mendapatkan peralatan kelas atas.
Shely mengungkapkan hal itu dalam wawancara grup dengan PC Gamer baru-baru ini. Menurutnya, diskusi mengenai penskalaan level di Diablo 5 belum tuntas, tetapi ia menyadari betul bahwa kekuatan karakter adalah inti dari pengalaman bermain. "Diablo adalah permainan yang tentang karakter Anda menjadi lebih kuat. Ketika monster juga menguat secara bersamaan, terutama di luar kendali Anda, momen kegembiraan itu bisa hilang," ujarnya.
Pendekatan baru ini juga sejalan dengan arah desain yang sudah terungkap: Diablo 5 akan menghadirkan kembali area yang dihasilkan secara prosedural, elemen kunci dari Diablo 2. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Blizzard untuk merangkul kembali akar seri dan memberikan variasi serta tantangan yang lebih dinamis.
"Kami akan mengambil pendekatan yang agak berbeda untuk itu di Diablo 5," tegas Shely, seraya menambahkan bahwa penskalaan otomatis kadang menghalangi perasaan kuat yang menjadi inti permainan.
Bagi penggemar berat genre action RPG, perubahan ini bisa menjadi angin segar. Banyak pemain merindukan momen ketika mereka menemukan item langka atau menaikkan level dan langsung mampu mengalahkan monster yang sebelumnya menyulitkan. Sistem penskalaan yang kaku sering dianggap mengurangi rasa pencapaian tersebut.
Beberapa judul ARPG modern seperti Path of Exile 2 justru mempertahankan tingkat kesulitan yang tidak menyesuaikan diri secara otomatis. Pendekatan itu membuat proses mengumpulkan jarahan (loot) terasa lebih bermakna karena ada risiko nyata saat menjelajah. Blizzard tampaknya ingin meniru semangat serupa, meski harus tetap menjaga keseimbangan agar permainan tidak terlalu mudah atau terlalu sulit.
Diablo 5 akan berlatar dunia pasca-kiamat di mana raja iblis telah menang. Menemukan pedang baru yang memungkinkan pemain menghancurkan monster yang beberapa level sebelumnya sempat membuat frustrasi akan menegaskan kemajuan perjalanan menyelamatkan Sanctuary dari pasukan Neraka. Blizzard berjanji akan mulai memberikan pembaruan rutin tentang perkembangan game pada tahun depan dan mengintegrasikan umpan balik komunitas selama proses pengembangan.
Bagi pasar Indonesia, keputusan ini bisa memengaruhi daya tarik Diablo 5 di kalangan gamer lokal. Komunitas ARPG Tanah Air cukup besar, dengan banyak pemain yang aktif di forum dan platform streaming. Jika Blizzard berhasil menghadirkan kembali sensasi klasik Diablo 2, potensi penjualan dan keterlibatan pemain di Indonesia diperkirakan meningkat. Namun, tantangan tetap ada: bagaimana menyeimbangkan antara keinginan pemain hardcore dan pemain kasual yang mungkin lebih menyukai tantangan yang konsisten.
Ke depan, yang paling dinanti adalah seberapa jauh Blizzard berani mengubah formula penskalaan level. Apakah mereka akan sepenuhnya menghapus penskalaan otomatis, atau menggantinya dengan sistem hibrida yang mempertahankan tantangan namun tetap memberi ruang bagi lonjakan kekuatan? Jawabannya baru akan terungkap dalam beberapa tahun mendatang, tetapi arah yang diisyaratkan Shely menunjukkan bahwa Blizzard mendengarkan keluhan komunitas.



