Tiga Pemain Lokal Bersinar di Pekan Ketiga BRI Super League: Hamra, Arlyansyah, dan Zanadin Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- Hamra Hehanussa, Arlyansyah Abdulmanan, dan Zanadin Fariz menjadi aktor kunci kemenangan tim masing-masing pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.
- Penampilan impresif mereka menegaskan bahwa pemain lokal mampu bersaing di level tertinggi dan menjadi tulang punggung klub.
- Konsistensi trio muda ini akan diuji setelah jeda FIFA Matchday, sekaligus membuka peluang memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.

Kompetisi BRI Super League 2026/2027 memasuki jeda internasional setelah tiga pekan bergulir, dan sorotan utama tertuju pada tiga pemain lokal yang tampil gemilang: Hamra Hehanussa, Arlyansyah Abdulmanan, serta Zanadin Fariz. Ketiganya menjadi penentu hasil positif klub masing-masing, sekaligus membuktikan bahwa talenta domestik mampu menjadi aktor utama di panggung sepak bola nasional.
Pekan ketiga ditutup dengan kemenangan dramatis Persib Bandung 2-1 atas tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (20/9/2026). Hingga pekan tersebut, tujuh tim masih belum terkalahkan: Persija Jakarta, Dewa United, Madura United, Bhayangkara FC, Persita Tangerang, Arema FC, dan Persebaya Surabaya. Persaingan ketat di papan atas ini tidak lepas dari kontribusi pemain-pemain lokal yang semakin dipercaya mengisi posisi kunci.
Hamra Hehanussa, bek berusia 27 tahun, menjadi pahlawan Garudayaksa FC saat menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026). Bermain penuh 90 menit, ia tidak hanya solid di lini belakang, tetapi juga mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89 memanfaatkan umpan cut back Christian Frydek. Berkat aksi heroiknya, Hamra dinobatkan sebagai man of the match.
Di Bali, Arlyansyah Abdulmanan kembali menunjukkan kelasnya. Winger 20 tahun itu mencetak gol tunggal kemenangan Persija Jakarta atas Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9/2026) malam WIB. Memanfaatkan umpan Kerim Memija dari sisi kiri, Arlyansyah dengan tenang menyontek bola ke gawang lawan. Gol tersebut memastikan Macan Kemayoran meraih tiga kemenangan beruntun dan menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan sembilan poin.
Sementara itu, Zanadin Fariz tampil menonjol saat Persik Kediri menahan imbang Arema FC 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (18/9/2026). Gelandang 22 tahun itu mencetak gol spektakuler melalui tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper lawan. Penampilan tersebut mengantarkannya menjadi man of the match sekaligus terpilih sebagai young player of the week pekan ketiga.
"Penampilan ketiga pemain ini menunjukkan bahwa pembinaan usia muda di Indonesia mulai menuai hasil. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi sudah menjadi penentu hasil pertandingan," ujar seorang pengamat sepak bola nasional.
Kontribusi trio ini menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia yang tengah berbenah. Kepercayaan klub terhadap pemain lokal, terutama yang masih muda, kian meningkat. Hal ini sejalan dengan program federasi yang mendorong klub untuk memberikan menit bermain lebih banyak kepada talenta domestik. Dampaknya, persaingan di Timnas Indonesia pun semakin ketat, dan pelatih memiliki lebih banyak opsi berkualitas.
Setelah jeda FIFA Matchday, BRI Super League akan kembali bergulir. Tantangan bagi Hamra, Arlyansyah, dan Zanadin adalah menjaga konsistensi performa. Jika mampu melanjutkan tren positif, bukan tidak mungkin mereka menjadi tulang punggung klub sekaligus memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional mendatang. Mampukah mereka membuktikan bahwa dominasi pemain muda lokal bukan sekadar euforia sesaat?



