Garudayaksa FC Tolak Libur Panjang, Persita Sudah Menunggu di Serang
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC hanya memberi pemain libur hingga Kamis, 24 September 2026, meski BRI Super League sedang jeda FIFA ASEAN Cup.
- Persita Tangerang datang dengan modal tiga laga tanpa kekalahan, sementara Garudayaksa belum pernah menang di tiga pertandingan awal.
- Duel 10 Oktober di Banten International Stadium menjadi ujian pembuktian bagi proyek jangka panjang Milos Joksic.

Manajemen Garudayaksa FC memilih memperpendek masa libur skuad di tengah jeda kompetisi BRI Super League 2026/2027 yang disesuaikan dengan gelaran FIFA ASEAN Cup. Keputusan itu diambil karena laga berat sudah menanti, terutama lawatan ke markas Persita Tangerang pada 10 Oktober 2026 di Banten International Stadium, Serang.
PSSI memang menghentikan sementara kompetisi karena Timnas Indonesia tampil sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, yang berlangsung 21 September hingga 5 Oktober 2026. Ajang ini menjadi turnamen pertama FIFA di Asia Tenggara, dengan Indonesia dipercaya sebagai penyelenggara utama. Tim asuhan John Herdman berada di Divisi 1 (Premier Division) Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Adapun Divisi 2 (Challenge Division) digelar di Hong Kong, dengan Grup A berisi Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam, serta Grup B diikuti Kamboja, Laos, dan Timor-Leste.
Di tengah jeda itu, Garudayaksa FC tidak ingin kehilangan momentum kebugaran. Media Officer klub, Yudianto Nugroho, menegaskan bahwa para pemain hanya diliburkan sampai Kamis, 24 September 2026. "Sekarang masih libur. Hari Kamis lusa mulai latihan lagi," ujarnya kepada Bola.com, Selasa (22/9/2026). Langkah ini menunjukkan manajemen menilai jeda internasional bukan waktu bersantai, melainkan kesempatan memperbaiki fondasi permainan.
Persita datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tiga pertandingan terakhir tanpa kekalahan menjadi modal berharga bagi tim asuhan Carlos Pena. Sebaliknya, Garudayaksa FC yang berjuluk Spirit of Garuda masih mencari identitas permainan. Sebagai tim promosi, mereka belum sekalipun menang di kasta teratas musim ini. Dua hasil imbang dan satu kekalahan membuat posisi mereka rentan, sehingga duel di Serang menjadi pembuktian untuk meraih tiga poin pertama.
Pelatih Milos Joksic mengakui skuadnya masih dalam proses pembangunan. Juru taktik asal Serbia yang sebelumnya menangani Uthai Thani di Liga Thailand itu menyebut starting XI belum sepenuhnya diisi kekuatan terbaik. Sebagian besar pemain, termasuk legiun asing, merupakan wajah baru dan beberapa baru bergabung. "Tim ini sedang dibangun. Kami tim yang belum sepenuhnya punya kekuatan penuh. Kami masih memiliki pemain tambahan yang akan datang untuk bermain di sebelas pertama," kata Joksic.
Kondisi ini mencerminkan tantangan umum klub promosi di BRI Super League: adaptasi taktik, chemistry antarpemain, dan tekanan kompetisi berjalan bersamaan. Manajemen berharap jeda singkat justru mempercepat integrasi pemain anyar. Dengan jadwal padat setelah FIFA ASEAN Cup, setiap laga menjadi krusial, terutama bagi tim yang belum menemukan ritme kemenangan.
Bagi publik sepak bola Indonesia, keputusan Garudayaksa FC memperpendek libur juga menyoroti bagaimana klub-klub peserta BRI Super League menyikapi kalender kompetisi yang terpotong agenda internasional. Sementara Timnas Indonesia berlaga di panggung regional, klub-klub dituntut tetap menjaga performa agar tidak kehilangan daya saing saat kompetisi bergulir kembali. Persita yang sedang on fire akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketajaman strategi Joksic.
Jika Garudayaksa FC kembali gagal menang, tekanan pada proyek pembangunan tim bisa meningkat. Sebaliknya, kemenangan perdana di Serang berpotensi menjadi titik balik kepercayaan diri. Mampukah Spirit of Garuda memanfaatkan jeda pendek ini untuk memecah kebuntuan, atau justru Persita yang semakin memperlebar jarak?



