Tyronne Del Pino, 35 Tahun, Buktikan Diri sebagai Motor Persita di BRI Super League
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Spanyol Tyronne Del Pino mencetak gol spektakuler ke gawang PSM Makassar, membawa Persita Tangerang mencuri satu poin di kandang lawan.
- Di usia 35 tahun, Del Pino tetap menjadi andalan di lini tengah dengan visi bermain dan ketenangan yang jarang dimiliki pemain muda.
- Persita belum terkalahkan dalam tiga laga awal, dan Del Pino menegaskan timnya siap bersaing di papan atas musim ini.

Tyronne Del Pino membungkam keraguan tentang usia. Gelandang asal Spanyol itu menjadi aktor utama di balik hasil imbang 2-2 Persita Tangerang melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (19/9/2026). Golnya pada menit ke-74 nyaris membawa Pendekar Cisadane pulang dengan tiga poin, sebelum tuan rumah menyamakan kedudukan.
Bagi Persita, aksi Del Pino bukan sekadar gol biasa. Pemain yang genap berusia 35 tahun itu memperlihatkan bahwa kualitasnya belum menurun. Umpan-umpannya tetap presisi, kontrol bolanya rapi, dan naluri mencetak golnya masih tajam. Tak heran jika ia langsung menjadi motor permainan tim asuhan Carlos Pena.
Del Pino bergabung dengan Persita setelah sebelumnya memperkuat Malut United dan Persib Bandung. Pengalaman panjang di kompetisi Indonesia membuatnya cepat beradaptasi. Dalam laga melawan PSM, ia memanfaatkan assist matang dari Luquinhas untuk mencetak gol perdananya bagi klub. "Saya senang bisa mencetak gol pertama untuk tim ini. Kami terus bekerja sesuai rencana pelatih dan berada di jalur yang benar," ujarnya.
Meski belum terkalahkan dalam tiga pertandingan, Del Pino mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak cepat puas. "Kami baru menjalani tiga pertandingan, perjalanan musim ini masih panjang. Kami ingin terus tampil lebih baik di setiap laga," tegasnya. Ia yakin kualitas tim ini mampu bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Persita saat ini mengoleksi lima poin dan berada di posisi kesembilan klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Posisi tersebut belum mencerminkan potensi penuh tim, terutama dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Del Pino. Kehadirannya memberi dimensi berbeda di lini tengah, terutama dalam transisi menyerang dan penguasaan bola.
"Tim ini memiliki kualitas dan itu sudah kami tunjukkan dalam tiga laga awal. Kami berharap bisa terus melanjutkan penampilan ini hingga akhir musim." โ Tyronne Del Pino
Dalam konteks sepak bola Indonesia, sosok Del Pino menjadi contoh bahwa pemain senior masih bisa berkontribusi signifikan di level tertinggi. BRI Super League musim ini dihuni banyak pemain muda bertalenta, tetapi kehadiran veteran seperti Del Pino memberikan keseimbangan dan pelajaran berharga. Klub-klub Indonesia kerap tergoda untuk mengandalkan pemain muda murah, namun pengalaman sering menjadi pembeda di momen krusial.
Persita sendiri tengah membangun fondasi tim yang kompetitif. Dengan dukungan suporter dan fasilitas stadion yang memadai, mereka berpotensi menjadi kuda hitam di kompetisi musim ini. Ujian berikutnya adalah menjamu tim promosi Garudayaksa FC di Banten International Stadium, Serang, pada 10 Oktober mendatang. Laga ini akan menjadi kesempatan bagi Del Pino dan kolega untuk meraih kemenangan kedua dan menanjak di klasemen.
Jika Del Pino mampu menjaga performa dan konsistensi, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi magnet bagi lini serang Persita. Pertanyaannya, sampai kapan pesona 'tua-tua keladi' ini akan bertahan? Yang jelas, selama masih mencetak gol dan menginspirasi tim, usia hanyalah angka.



