Kevin Diks Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Responsnya
Baca dalam 60 detik
- John Herdman menunjuk Kevin Diks sebagai kapten Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 menggantikan Jay Idzes yang cedera.
- Diks memiliki pengalaman memimpin FC Kopenhagen dan siap mengambil peran lebih besar di skuad Garuda.
- Latihan perdana Timnas Indonesia di Stadion Madya menjadi awal persiapan menuju turnamen yang akan disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi menunjuk Kevin Diks sebagai kapten tim untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan ini diambil setelah kapten sebelumnya, Jay Idzes, dipastikan absen akibat cedera yang membuatnya harus menepi dari dua pertandingan FIFA Matchday berturut-turut.
Penunjukan Diks bukan tanpa alasan. Bek berusia 29 tahun itu memiliki rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni, terutama saat memperkuat FC Kopenhagen pada periode 2021-2025. Pengalaman tersebut menjadi pertimbangan utama Herdman untuk mempercayakan ban kapten kepada pemain yang kini memperkuat klub Liga Denmark tersebut.
Dalam sesi latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026), Diks mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, absennya Idzes menjadi pukulan bagi tim, namun ia bertekad mengemban tanggung jawab baru ini dengan sebaik-baiknya. "Ini kehormatan besar bagi saya. Sebelumnya saya sudah berusaha membantu tim, dan dengan absennya Jay, saya harus mengambil peran lebih besar," ujar Diks.
Keputusan Herdman juga menandai perubahan hierarki di lini belakang. Sebelumnya, saat Timnas Indonesia mengalahkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0 pada Juni 2026, ban kapten dipegang Rizky Ridho. Kini, Ridho tetap masuk dalam skuad namun harus rela menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada Diks. Hal ini menunjukkan bahwa Herdman ingin sosok pemimpin yang tidak hanya berpengalaman di level klub, tetapi juga mampu beradaptasi cepat dengan dinamika tim.
Dari kacamata taktik, kehadiran Diks sebagai kapten bisa memberi stabilitas di lini pertahanan. Kemampuannya membaca permainan dan komunikasi dengan rekan setim menjadi nilai tambah. Terlebih, FIFA ASEAN Cup 2026 akan dihelat dengan format yang menuntut konsistensi dan mentalitas juara. Diks diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelatih dan pemain, terutama dalam menerjemahkan instruksi Herdman di lapangan.
"Kami kehilangan Jay, tapi sekarang saya dipilih sebagai kapten. Saya merasa bisa membantu tim ke depannya," tambah Diks.
Bagi publik sepak bola Indonesia, sosok Diks memang bukan nama baru. Sejak memperkuat Timnas Indonesia, ia kerap menunjukkan dedikasi tinggi. Namun, peran sebagai kapten tentu membawa ekspektasi berbeda. Ia tak hanya dituntut tampil solid secara individu, tetapi juga mampu mengangkat performa rekan-rekan, terutama saat menghadapi tekanan di turnamen resmi.
Persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri baru dimulai. Latihan perdana yang digelar di Stadion Madya berjalan intens. Diks menyebut sesi tersebut sebagai langkah awal yang positif. "Latihan hari ini bagus, kami langsung bekerja keras," ujarnya singkat. Ke depan, Herdman dijadwalkan menggenjot taktik dan chemistry tim, termasuk mengasah kerja sama antara Diks dan bek-bek lainnya.
Yang tak kalah penting, turnamen ini akan menjadi panggung bagi Diks untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin. Jika mampu membawa Indonesia berbicara banyak, bukan tidak mungkin posisi kapten akan melekat erat padanya, bahkan setelah Idzes kembali pulih. Sebaliknya, tekanan akan semakin besar jika performa tim tidak sesuai harapan. Akankah Diks menjelma menjadi kapten yang menginspirasi, atau justru tersandung ekspektasi? Semua akan terjawab di lapangan.



