FIFA ASEAN Cup 2026: Luciano Leandro Pilih Nadeo Argawinata, Bukan Paes atau Audero
Baca dalam 60 detik
- Pengamat sepak bola Luciano Leandro menilai Nadeo Argawinata paling siap menjadi starter di bawah mistar Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
- Penampilan impresif Nadeo bersama Persija Jakarta, termasuk sembilan penyelamatan dan clean sheet melawan Borneo FC, menjadi dasar pertimbangan.
- Persaingan ketat dengan Maarten Paes dan Emil Audero dianggap positif, namun keputusan akhir tetap di tangan pelatih John Herdman.

Jelang laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026), perdebatan tentang siapa kiper utama Timnas Indonesia kembali mencuat. Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, secara tegas menjagokan Nadeo Argawinata sebagai pilihan pertama, mengalahkan dua nama yang bersaing ketat: Maarten Paes dan Emil Audero.
Pernyataan tersebut disampaikan Luciano kepada Bola.com pada Selasa (22/9/2026). Menurutnya, meski Paes dan Audero memiliki kualitas mumpuni—Paes kini memperkuat Ajax Amsterdam, sementara Audero bermain untuk Rayo Vallecano—faktor momentum dan performa terkini menjadi penentu. "Jika pertandingan digelar hari ini, saya memilih Nadeo," ujarnya.
Dasar penilaiannya bukan tanpa alasan. Nadeo tampil ciamik bersama Persija Jakarta pada tiga laga awal BRI Super League 2026/2027. Puncaknya ketika ia mencatat sembilan penyelamatan dan clean sheet saat melawan Borneo FC. "Yang saya perhatikan bukan sekadar jumlah saves, tetapi konsentrasi, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan membaca arah serangan lawan," jelas Luciano.
Luciano, yang pernah memperkuat PSM Makassar dan Persija, menekankan bahwa pemilihan kiper starter tidak boleh hanya berdasarkan nama besar atau pengalaman di Eropa. "Saya akan memilih kiper yang sedang dalam momentum terbaik dan memiliki kepercayaan diri tinggi," tegasnya. Ia juga menyebut bahwa persaingan antara ketiga kiper merupakan berkah bagi Timnas Indonesia. "John Herdman punya keuntungan besar karena memiliki tiga kiper berkualitas. Ini positif," tambahnya.
Meski demikian, Luciano mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Herdman. Menurutnya, penentuan starter harus mempertimbangkan performa, kondisi fisik, karakter lawan, dan kebutuhan taktik pada pertandingan tersebut. "Indonesia tidak kekurangan kiper berkualitas. Tantangannya adalah memilih yang paling siap secara performa dan mental pada hari pertandingan," tutupnya.
Bagi publik sepak bola Indonesia, perdebatan ini mencerminkan kedalaman skuad yang jarang terjadi. Kehadiran Paes dan Audero yang berkiprah di liga Eropa memberikan dimensi baru, sementara Nadeo membuktikan bahwa kompetisi domestik juga mampu melahirkan kiper berkelas. Keputusan Herdman nanti akan menjadi sinyal tentang arah kebijakan teknisnya: apakah ia mengutamakan pengalaman internasional atau performa terkini di liga dalam negeri.
Yang jelas, laga melawan Singapura akan menjadi ujian awal. Jika Nadeo dipilih dan tampil solid, posisinya bisa semakin kokoh. Sebaliknya, jika Paes atau Audero diberi kepercayaan, persaingan akan semakin terbuka. Satu hal yang pasti: Timnas Indonesia tidak lagi kekurangan opsi di bawah mistar.



