FIFA Sahkan Brad Tapp, Malaysia Perkuat Lini Belakang Jelang ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- FIFA resmi memberikan izin kepada Brad Tapp untuk membela Timnas Malaysia setelah dokumen keturunannya diverifikasi.
- Kehadiran Tapp menambah opsi di lini pertahanan Harimau Malaya yang akan menghadapi Indonesia pada ajang ASEAN Cup 2026.
- Malaysia dijadwalkan memulai turnamen melawan Bangladesh, lalu bersua Indonesia tiga hari kemudian.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah mengabulkan permohonan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk mendaftarkan Brad Tapp sebagai pemain keturunan. Keputusan ini membuka jalan bagi bek berusia 25 tahun itu memperkuat Timnas Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Lampu hijau dari FIFA menegaskan bahwa Tapp memenuhi seluruh persyaratan regulasi sebagai pemain warisan. Dokumen resmi yang diverifikasi mencantumkan bahwa ia lahir di Sydney, Australia, namun memiliki darah Malaysia dari ibunya yang berasal dari Pulau Pinang. Status ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai keabsahan latar belakangnya.
Langkah FIFA tersebut tidak hanya berdampak pada Tapp, tetapi juga mempercepat proses naturalisasi pemain lain di lingkungan FAM. Penyerang JDT, Bergson da Silva, tengah menjalani proses serupa, sementara rekan setim Tapp, Manuel Hidalgo, telah lebih dulu mendapat restu FIFA pada 16 September lalu. Ini menandakan FAM serius membangun skuad kompetitif menjelang turnamen regional.
Bagi pelatih interim Malaysia, Tan Cheng Hoe, kehadiran Tapp memberikan fleksibilitas taktis. Ia dapat dipasang sebagai bek tengah bersama Dion Cools, Harith Haiqal, atau Ubaidullah Shamsul. Kemampuan Tapp beroperasi sebagai gelandang bertahan juga menjadi nilai tambah, terutama saat tim membutuhkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Keputusan FIFA ini menjadi pukulan tersendiri bagi Timnas Indonesia yang berada di grup sama. Lini belakang Malaysia yang sebelumnya dianggap keropos kini berpotensi lebih solid. Pertemuan kedua tim pada 28 September nanti akan menjadi ujian awal bagi efektivitas tambahan amunisi Malaysia.
"Dengan dokumen lengkap dan restu FIFA, Tapp berpeluang besar mencatatkan debut resmi di Piala ASEAN 2026," demikian pernyataan resmi FAM seperti dikutip media Malaysia.
Dari kacamata Indonesia, pengesahan Tapp mempertegas tren pemain keturunan di Asia Tenggara. Malaysia, seperti halnya Indonesia, memanfaatkan regulasi FIFA untuk memperkuat tim nasional secara instan. Hal ini menuntut PSSI dan pelatih Timnas Indonesia untuk terus memantau pergerakan pemain lawan, terutama di sektor pertahanan yang kini mendapat tambahan tenaga berpengalaman dari kompetisi Australia.
Kehadiran Tapp juga memunculkan pertanyaan tentang keseimbangan antara pemain lokal dan keturunan di skuad Harimau Malaya. Meski demikian, FAM menegaskan bahwa proses ini berjalan sesuai aturan dan bertujuan meningkatkan daya saing sepak bola Malaysia di pentas regional.
Menghadapi jadwal padat ASEAN Cup 2026, Malaysia akan mengandalkan Tapp sebagai salah satu pilar. Jika mampu beradaptasi cepat, ia bisa menjadi tembok kokoh yang menyulitkan striker lawan, termasuk Indonesia. Publik sepak bola Tanah Air patut mencermati perkembangan ini karena dampaknya langsung terhadap persaingan di grup.
Pertanyaannya, akankah Tapp langsung menjadi starter saat melawan Indonesia, atau Tan Cheng Hoe memilihnya sebagai opsi dari bangku cadangan? Jawabannya akan terlihat dalam hitungan hari.



