Man United Incar Hurzeler: Tekanan Carrick Memuncak, Kursi Pelatih Mulai Diperebutkan
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dilaporkan sangat tertarik pada pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, sebagai kandidat pengganti Michael Carrick.
- Carrick berada di bawah tekanan setelah United hanya meraih lima poin dari lima laga dan tersingkir dari Piala Liga, memicu spekulasi pergantian pelatih.
- Hurzeler, yang membawa Brighton ke posisi ketiga, dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Premier League saat ini.

Manchester United dikabarkan semakin serius mempertimbangkan Fabian Hurzeler sebagai calon manajer baru, menyusul rentetan hasil buruk yang membuat posisi Michael Carrick di Old Trafford terus menjadi sorotan. Menurut mantan kepala pemandu bakat United, Mick Brown, para petinggi klub sangat mengagumi pelatih Brighton tersebut dan meyakini ia bisa tergoda meninggalkan Amex Stadium jika tawaran datang dari klub besar.
Tekanan terhadap Carrick memuncak setelah United hanya mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan Premier League, terakhir ditahan imbang Fulham 1-1 di kandang sendiri pada akhir pekan lalu. Meski menciptakan 25 peluang, timnya gagal memaksimalkan dominasi dan kini tertahan di peringkat ke-12, terpaut sepuluh poin dari pemuncak klasemen Manchester City. Kekalahan dari City yang bermain dengan sepuluh orang di derby Manchester, serta kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol melawan Brighton di Piala Liga, memperburuk situasi.
Legenda United, Gary Neville, melontarkan kritik pedas terhadap penampilan tim, menyebut periode 15 menit di babak kedua sebagai yang terburuk yang pernah ia saksikan dan menyebut usaha para pemain "benar-benar menyedihkan". Carrick merespons dengan membantah anggapan bahwa timnya kekurangan kebugaran atau intensitas, menunjuk gol penyeimbang Matheus Cunha sebagai bukti bahwa para pemain tampil kuat hingga akhir. Ia juga mengaku tidak tersinggung ketika suporter mencemooh keputusannya menarik keluar Kobbie Mainoo di menit akhir.
Brown, yang pernah menjabat sebagai kepala pemandu bakat United, mengungkapkan bahwa Hurzeler telah menarik perhatian banyak klub papan atas. "Setiap klub top di Premier League, atau di dunia, yang membutuhkan manajer baru pasti akan melirik Hurzeler," ujarnya kepada Football Insider. "Dia telah melakukan pekerjaan fantastis bersama Brighton dan sekarang mereka berada di posisi ketiga. Saya yakin beberapa klub besar sangat menginginkannya, termasuk Manchester United dan Tottenham."
Meski demikian, Brown menilai kecil kemungkinan perubahan pelatih terjadi dalam waktu dekat. "Saya akan terkejut jika mereka melakukan pergantian dalam waktu dekat. Saya rasa tidak ada klub yang ingin mengganti manajer sedini ini. Tapi jika mereka memutuskan untuk menarik pelatih, Hurzeler akan berada di daftar teratas," tambahnya. Brighton sendiri dikabarkan sangat puas dengan kinerja Hurzeler dan kemungkinan akan berusaha keras mempertahankannya.
"Dia memiliki prinsip dan gayanya sendiri, dan kami terus berkembang. Sabtu lalu ide-idenya terlihat jelas: cara kami memenangkan bola kedua, cara kami menekan lawan, cara kami memenangkan duel, dan bagaimana kami mengontrol permainan. Itulah DNA tim ini, dan itulah yang dibawa sang pelatih."
— Bart Verbruggen, kiper Brighton
Jika Hurzeler benar-benar pindah ke Old Trafford, para penggemar United bisa berharap melihat identitas permainan yang selama ini hilang. Kiper Brighton, Bart Verbruggen, memuji pelatih asal Jerman itu karena telah menanamkan intensitas dan gaya bermain yang jelas, sesuatu yang tidak dimiliki United saat melawan Fulham. Kemenangan 3-0 Brighton atas Arsenal pekan lalu menjadi bukti nyata, sekaligus mempertegas reputasi Hurzeler sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Premier League.
Kemenangan atas Arsenal juga memiliki makna tambahan mengingat perseteruan Hurzeler dengan Mikel Arteta musim lalu, ketika ia menyatakan hanya satu tim yang berusaha bermain sepak bola. Arteta sendiri sebelum pertandingan terakhir mengakui bahwa Hurzeler telah melakukan pekerjaan "luar biasa" di Brighton, pujian yang semakin diperkuat oleh hasil di lapangan.
Bagi Carrick, ancaman pemecatan mungkin belum sepenuhnya nyata. Namun dengan jadwal berat menanti setelah jeda internasional—menghadapi Tottenham yang sedang dalam tekanan, lalu lawatan ke Atletico Madrid dan Leeds—situasinya bisa berubah dengan cepat. Manajemen United tampaknya mulai mempersiapkan skenario jangka panjang, dan nama Hurzeler menjadi salah satu opsi yang paling serius dipertimbangkan.
Keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil beberapa pertandingan ke depan. Jika Carrick gagal membawa perubahan signifikan, tekanan untuk mendatangkan pelatih baru akan semakin sulit dibendung. Akankah Old Trafford menjadi pelabuhan berikutnya bagi Hurzeler, atau justru Carrick mampu membalikkan keadaan dan mempertahankan kursinya?



