Arsenal Dihantam Brighton 3-0, Gyokeres Desak Hekang Januari
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menelan kekalahan perdana musim ini usai dibungkam Brighton 3-0 di Amex Stadium, memperkeruh suasana di Emirates.
- Viktor Gyokeres dikabarkan frustrasi minim menit bermain dan tengah menjajaki opsi hengkang ke AC Milan pada bursa Januari.
- Kepergian Gyokeres berpotensi memaksa Arsenal mencari striker baru, dengan Maximilian Beier masuk radar setelah dipantau setahun terakhir.

Arsenal menutup pekan dengan guncangan ganda: kekalahan perdana musim ini 3-0 di markas Brighton & Hove Albion, Sabtu, disusul laporan bahwa Viktor Gyokeres tengah mendorong pintu keluar pada bursa transfer Januari. Kekalahan di Amex Stadium tidak hanya merusak rekor tak terkalahkan The Gunners, tetapi juga membuka keretakan di lini depan yang selama ini dianggap tumpul.
Manajer Mikel Arteta mengakui timnya kalah dalam duel-duel kunci. Menurutnya, Brighton lebih tajam dalam merebut bola kedua dan memanfaatkan transisi. Arteta menyebut kekalahan ini sebagai pelajaran berharga, namun menegaskan pencapaian enam hingga tujuh pekan terakhir tidak boleh dilupakan. Ia juga menyoroti lemahnya antisipasi sejak lemparan ke dalam pertama, yang berulang kali menempatkan Arsenal dalam kesulitan.
Di tengah evaluasi itu, laporan FourFourTwo menyebut Gyokeres semakin tidak betah. Penyerang asal Swedia tersebut baru tampil dua kali di liga musim ini, sebagian besar hanya masuk dari bangku cadangan. Padahal, musim lalu ia mencetak 21 gol di semua kompetisi saat Arsenal menjuarai Premier League dan melaju ke final Liga Champions. Kini, posisinya tergeser oleh Kai Havertz yang menjadi pilihan utama Arteta, ditambah opsi Mikel Merino di lini tengah.
Menurut laporan tersebut, Gyokeres lebih memilih dipinjamkan demi menit bermain reguler. Jika terealisasi, Arsenal berisiko kehilangan penyerang mahal tanpa kompensasi jangka pendek. Milan dikabarkan tertarik setelah Goncalo Ramos belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi sejak didatangkan musim panas lalu. Ketertarikan Rossoneri ini membuka peluang negosiasi cepat, meski status pinjaman bisa menjadi bumerang bagi kedalaman skuad Arsenal.
"Anda bisa melihat dari lemparan ke dalam pertama, itu sudah jelas. Kami menempatkan diri dalam masalah satu, dua, tiga kali. Kami harus keluar dari tekanan jauh lebih cepat, dan itu salah satu pelajaran terbesar dari pertandingan ini," ujar Arteta usai laga.
Kepergian Gyokeres akan memperparah krisis lini depan Arsenal. Sebelumnya, mereka sudah kehilangan Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard pada bursa musim panas, dengan hanya Christos Tzolis sebagai pengganti. Manajemen The Gunners disebut berencana menambah amunisi pada Januari. Nama Julian Alvarez sempat dikaitkan, tetapi laporan terbaru mengarah pada Maximilian Beier, penyerang Borussia Dortmund berusia 23 tahun yang telah dipantau intensif selama setahun terakhir. Beier fleksibel di beberapa posisi serang dan mencatat satu gol serta dua assist dari empat penampilan Bundesliga musim ini.
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, situasi ini menjadi ujian kedalaman skuad menjelang jadwal padat. Liga Primer yang disiarkan luas di Tanah Air membuat setiap pergerakan transfer menjadi sorotan, terlebih jika menyangkut pemain bintang yang baru didatangkan dengan harga selangit. Kegagalan mengelola menit bermain Gyokeres bisa menjadi preseden buruk bagi daya tarik Arsenal di mata pemain top Asia Tenggara yang mempertimbangkan klub sebagai tujuan karier.
Jika Gyokeres benar-benar hengkang, Arsenal harus bergerak cepat di bursa Januari. Apakah manajemen memilih menahan pemain yang tidak betah demi menjaga kedalaman, atau melepasnya dan berjudi pada target baru seperti Beier? Keputusan ini akan menentukan arah musim The Gunners, sekaligus menguji ketajaman Arteta dalam meracik skuad di tengah tekanan gelar.



