Tottenham Krisis: De Zerbi Tertekan, Hurzeler dan McKenna Masuk Radar
Baca dalam 60 detik
- Tottenham mencatat start terburuk di Premier League setelah lima pertandingan, memicu spekulasi masa depan Roberto De Zerbi.
- Manajemen Spurs dikabarkan melirik Fabian Hurzeler dari Brighton dan Kieran McKenna sebagai kandidat pengganti potensial.
- Tekanan pada De Zerbi dan Michael Carrick akan memuncak saat Tottenham dan Manchester United bertemu setelah jeda internasional.

Kekalahan Tottenham Hotspur dari Aston Villa pada akhir pekan lalu tidak hanya memperpanjang catatan buruk mereka di awal musim Premier League, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang masa depan Roberto De Zerbi sebagai manajer. Dengan posisi di dasar klasemen setelah lima pertandingan, tekanan terhadap De Zerbi meningkat drastis, sementara suasana di ruang ganti dilaporkan tidak kondusif.
De Zerbi secara terbuka mengkritik penampilan timnya, menyebut mereka "rapuh dan tidak konsisten". Ia secara khusus menyoroti performa rekrutan musim panas, Mateus Fernandes, yang ditarik keluar pada babak pertama dalam laga melawan Villa. "Saya sangat percaya pada Mateus, tetapi saya tidak menyukai penampilannya hari ini. Ini bukan serangan terhadapnya karena saya menyayanginya. Saya hanya ingin lebih dari dia, bahkan di posisi itu," ujar De Zerbi dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Keputusan De Zerbi untuk tidak memasukkan Mathys Tel ke dalam skuad juga menimbulkan tanda tanya. Manajer asal Italia itu menjelaskan bahwa itu adalah keputusan teknis, dan Tel telah diberi penjelasan. "Saya menjelaskan alasannya kepada Mathys kemarin. Tidak ada masalah. Dia sangat baik dan memahami alasannya," tambahnya. Namun, insiden ini terjadi setelah perselisihan yang tampak antara keduanya di lapangan saat laga melawan Everton, yang semakin memperkuat indikasi ketidakharmonisan di dalam tim.
Komentar bek Jan Paul van Hecke setelah kekalahan dari Villa semakin memperkeruh suasana. "Ini tidak bisa menjadi lebih buruk lagi," ujarnya, seraya mengkritik keputusan Andy Robertson yang mempertahankan bola sebelum gol pembuka Johan Manzambi. "Anda tahu Anda bermain dengan sepuluh orang. Maka lebih cerdas untuk menendang bola keluar, sehingga Anda bisa menunggu Micky kembali. Anda mengatakan satu sama lain: 'Ayo, teman-teman. Kita jauh lebih baik.' Dan kemudian Anda menyerahkan semuanya begitu saja," kata Van Hecke.
Meskipun De Zerbi tidak dianggap berada dalam bahaya langsung, dengan manajemen Spurs bertekad mendukungnya menyelesaikan pembangunan ulang tim, tekanan terus meningkat. Kekhawatiran tentang mentalitas tim yang tampak menyerah begitu Villa unggul semakin membara. Laga tandang melawan Manchester United setelah jeda internasional akan menjadi ujian berat, terlebih karena United juga berada di bawah tekanan untuk meraih hasil positif.
Di tengah ketidakpastian ini, nama Fabian Hurzeler, pelatih Brighton & Hove Albion, muncul sebagai kandidat potensial untuk menggantikan De Zerbi. Menurut mantan kepala pencari bakat Manchester United, Mick Brown, baik Spurs maupun United sangat tertarik pada Hurzeler. "Klub-klub top di Premier League, atau di dunia, yang membutuhkan manajer baru akan melihat Hurzeler. Dia telah melakukan pekerjaan fantastis di Brighton," kata Brown kepada Football Insider. "Saya tidak akan terkejut jika mereka ingin melakukannya dalam waktu dekat, tetapi jika mereka memutuskan untuk menarik pelatuk, Hurzeler akan berada di daftar teratas mereka."
"Klub-klub top di Premier League, atau di dunia, yang membutuhkan manajer baru akan melihat Hurzeler. Dia telah melakukan pekerjaan fantastis di Brighton." - Mick Brown, mantan kepala pencari bakat Manchester United
Hurzeler, yang baru berusia 33 tahun, telah menerima pujian luas, termasuk dari Mikel Arteta yang menyebutnya "luar biasa" setelah Brighton mengalahkan Arsenal 3-0. Brighton saat ini berada di peringkat ketiga liga dengan 16 gol, terbanyak di Premier League. James Milner, veteran Liverpool, juga memuji Hurzeler: "Saya sangat terkesan dengan dia, pekerjaannya, pesan-pesan yang dia sampaikan, sesi latihan yang fantastis, dan bagaimana dia sebagai pribadi."
Selain Hurzeler, nama Kieran McKenna juga dikaitkan dengan Tottenham. Menurut sumber Football FanCast, McKenna, yang saat ini menangani Ipswich Town, bersedia menunggu peluang dari klub 'big six' dan bahkan rela melepaskan sebagian kompensasinya untuk proyek yang tepat. McKenna sebelumnya dikaitkan dengan Celtic dan beberapa klub lain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika kursi pelatih di Premier League ini selalu menarik untuk dicermati. Tottenham dan Manchester United adalah dua klub dengan basis penggemar besar di Indonesia. Perubahan manajer dapat memengaruhi gaya permainan dan performa tim, yang pada gilirannya berdampak pada popularitas dan liputan media di tanah air. Selain itu, keberhasilan manajer muda seperti Hurzeler dan McKenna bisa menjadi inspirasi bagi pelatih lokal untuk terus mengembangkan diri dan mengambil peluang di level yang lebih tinggi.
Dengan jeda internasional selama tiga minggu, kedua klub memiliki waktu untuk mengevaluasi situasi. Namun, jika hasil buruk berlanjut, terutama dalam pertemuan langsung antara Tottenham dan Manchester United pada Oktober nanti, posisi De Zerbi dan Carrick bisa semakin terancam. Akankah manajemen Spurs bertahan dengan proyek jangka panjang De Zerbi, ataukah mereka akan tergoda untuk beralih ke opsi baru seperti Hurzeler atau McKenna? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan semakin nyata.



