Herdman Panggil Vickery dan Baker, Timnas Indonesia Andalkan Energi Muda di ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- John Herdman memasukkan Luke Vickery (20) dan Mitchell Baker (19) ke skuad 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
- Pengamat Luciano Leandro menilai keduanya bisa memberi dimensi baru di lini depan, tetapi butuh waktu adaptasi.
- Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh, dengan laga pembuka melawan Singapura di GBK.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi memanggil dua penyerang muda, Luke Vickery (20 tahun) dan Mitchell Baker (19 tahun), ke dalam skuad 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan ini menjadi sinyal regenerasi di lini depan Garuda menjelang turnamen yang digelar di Jakarta dan Bandung pada 25 Septemberโ5 Oktober 2026.
Vickery, yang beroperasi sebagai winger, baru pertama kali menerima panggilan setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 16 Juli 2026. Sementara Baker, striker bertinggi 196 cm, sudah lebih dulu dipercaya Herdman dan sempat memperkuat Merah-Putih di Piala AFF 2026. Kehadiran keduanya dianggap sebagai suntikan energi baru, terutama di sektor penyerangan yang selama ini kerap mengandalkan pemain senior.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai langkah Herdman sebagai terobosan yang menarik. Menurutnya, pemain muda seperti Vickery dan Baker membawa karakter berbeda: kecepatan, mobilitas, keberanian melakukan penetrasi, serta semangat untuk membuktikan diri. "Keduanya masih membutuhkan proses dan pengalaman di level internasional. Tetapi justru pemain muda bisa memberikan sesuatu yang berbeda," ujar Luciano kepada Bola.com, Selasa (22/9/2026).
Meski optimistis, Luciano mengingatkan agar keduanya tidak langsung dibebani ekspektasi tinggi. Adaptasi terhadap sistem permainan Herdman dinilai lebih krusial daripada target mencetak gol instan. "Jangan memberikan tekanan terlalu besar untuk langsung menjadi pemain utama atau pencetak gol terbanyak. Yang penting adalah bagaimana mereka beradaptasi dengan tempo sepak bola internasional dan memahami sistem permainan Herdman," tuturnya.
Bagi Indonesia, kehadiran Vickery dan Baker menambah opsi di lini serang yang selama ini bergantung pada pemain seperti Rafael Struick dan Ramadhan Sananta. Dalam jangka panjang, regenerasi ini penting untuk menjaga kedalaman skuad menghadapi kompetisi Asia dan kualifikasi Piala Dunia. Namun, transisi menuju level internasional tidak selalu mulus; pemain muda kerap membutuhkan waktu untuk menyesuaikan intensitas dan taktik.
"Kalau diberikan kesempatan yang tepat, turnamen ini bisa menjadi pengalaman penting bagi perkembangan mereka dan juga menambah pilihan bagi Indonesia di lini serang," kata Luciano.
Timnas Indonesia akan mengawali kiprah di Grup A dengan menghadapi Singapura di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Laga ini menjadi ujian awal bagi Herdman untuk mengukur sejauh mana pemain mudanya mampu bersaing. Selain Singapura, Indonesia juga akan menghadapi Malaysia dan Bangladesh, dua lawan yang tidak bisa dianggap remeh.
Jika Vickery dan Baker mampu memanfaatkan menit bermain dengan baik, bukan tidak mungkin mereka menjadi andalan baru di lini depan. Namun, pertanyaannya: apakah Herdman akan memberi mereka kepercayaan penuh sejak laga pembuka, atau justru memainkannya secara bertahap? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.



