FSR AMD: Solusi Upscaling Open-Source yang Mampu Lipatgandakan FPS, Tapi Ada Catatan
Baca dalam 60 detik
- FSR (FidelityFX Super Resolution) adalah teknologi upscaling open-source dari AMD yang dapat meningkatkan frame rate secara signifikan, bahkan hingga 470% pada game tertentu.
- Teknologi ini kompatibel dengan berbagai GPU, termasuk non-AMD, dan akan hadir di PlayStation 5, namun memiliki keterbatasan seperti ghosting dan input lag.
- Bagi pengguna di Indonesia, FSR menawarkan cara hemat biaya untuk menikmati game resolusi tinggi tanpa harus membeli kartu grafis mahal.

Bagi para penggemar game PC, terutama yang baru beralih ke kartu grafis AMD, opsi FSR di aplikasi AMD Software mungkin sering terlihat. FSR adalah singkatan dari FidelityFX Super Resolution, sebuah fitur upscaling yang diperkenalkan pada 2021 untuk mensimulasikan output resolusi tinggi pada perangkat yang spesifikasinya terbatas. Berbeda dengan DLSS milik Nvidia yang eksklusif untuk kartu RTX, FSR bersifat open-source sehingga secara teori dapat berjalan di GPU apa pun, termasuk yang akan datang ke PlayStation 5.
Sejak peluncurannya, FSR terus dikembangkan dengan berbagai alat berbasis machine learning. Iterasi terbaru yang dijuluki Redstone menawarkan frame generation untuk meningkatkan frame rate secara artifisial, ray regeneration untuk mengurangi noise saat ray-tracing aktif, dan radiance caching untuk menekan biaya komputasi pencahayaan real-time. Menurut benchmark AMD, fitur Frame Generation dapat meningkatkan frame rate 4K pada game populer seperti "God of War: Ragnarok" setidaknya 200%, sementara "Cyberpunk 2077" menunjukkan peningkatan hingga 470%. Meski hasilnya tidak selalu sempurna, FSR layak dicoba bagi yang ingin memaksimalkan performa tanpa overclocking.
Namun, tidak semua pengguna membutuhkan FSR. Jika PC Anda sudah mampu menjalankan game pada pengaturan ultra dengan frame rate stabil, fitur ini tidak diperlukan. FSR dirancang untuk membantu sistem yang kesulitan mencapai 60fps atau ingin bermain di resolusi lebih tinggi dari kemampuan perangkat. Keterbatasan lain termasuk potensi ghosting dan artefak visual, terutama pada frame rate rendah, serta laporan tentang screen tearing dan input lag. FSR juga tidak akan membantu jika CPU menjadi bottleneck, dan pada pengaturan multi-monitor dengan refresh rate tinggi, penambahan frame palsu dapat memperburuk stabilitas.
"FSR adalah teknologi yang bertujuan memberikan pengalaman gaming lebih baik bagi pengguna dengan perangkat menengah, namun perlu diingat bahwa hasilnya tidak akan setara dengan PC super canggih," ujar seorang analis teknologi.
Di Indonesia, di mana harga kartu grafis kelas atas masih tergolong mahal, FSR menjadi solusi menarik bagi gamer dengan budget terbatas. Dengan mengaktifkan FSR, pengguna dapat menikmati game resolusi 4K atau frame rate tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk upgrade hardware. Selain itu, sifat open-source FSR memungkinkan adopsi luas di berbagai perangkat, termasuk konsol, yang dapat mempercepat penetrasi teknologi ini di pasar gaming Tanah Air.
Mengaktifkan FSR cukup mudah: kurangi resolusi game, buka menu pengaturan grafis, dan pilih FSR jika tersedia. Anda juga dapat mengaktifkan FSR 4 di aplikasi AMD Software, yang akan mengoverride dukungan FSR 3.1 di game, memungkinkan penggunaan fitur baru bahkan jika game belum mendukungnya secara resmi. Dengan terus berkembangnya teknologi ini, pertanyaannya adalah seberapa cepat pengembang game mengadopsi FSR 4 dan apakah Nvidia akan merespons dengan inovasi serupa untuk tetap kompetitif.



