Newcastle Dihantui Penyesalan: Thauvin Bersinar, Murphy Mulai Menua
Baca dalam 60 detik
- Jacob Murphy yang diandalkan Newcastle musim lalu mulai menunjukkan penurunan performa di awal musim ini.
- Florian Thauvin, yang dijual sembilan tahun lalu, justru tampil impresif bersama Lens dengan kontribusi tujuh gol dalam tujuh laga.
- Manajer anyar Matthias Jaissle menghadapi dilema antara mempertahankan pemain senior atau memberi kesempatan kepada rekrutan muda.

Newcastle United tengah menyesali keputusan menjual Florian Thauvin sembilan tahun silam, terutama setelah performa Jacob Murphy yang diharapkan menjadi tulang punggung lini serang mulai menurun drastis. Murphy, yang musim lalu terlibat dalam 23 gol di semua kompetisi, kini kesulitan mengulangi konsistensinya, sementara Thauvin justru bersinar bersama Lens di Ligue 1 dengan torehan tujuh gol dalam tujuh pertandingan terakhir.
Keputusan Newcastle melepas Thauvin pada 2016 lalu, setelah hanya 16 penampilan dalam dua tahun, kini terasa sebagai kesalahan besar. Pemain asal Prancis itu sempat dianggap flop karena datang di musim yang berujung degradasi ke Championship. Namun, sejak hengkang, Thauvin menjelma menjadi salah satu winger paling produktif di Prancis, dan pada usia 33 tahun ia tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Sementara itu, Murphy yang kini berusia 31 tahun mulai kehilangan tajinya. Dalam beberapa pertandingan terakhir, kontribusinya dari sisi sayap sangat minim, dengan hanya mencatatkan satu dribel sukses dan satu peluang tercipta. Manajer anyar Newcastle, Matthias Jaissle, yang baru merasakan atmosfer Premier League, masih belum memberikan kepercayaan penuh kepada rekrutan muda seperti Bazoumana Tourรฉ untuk tampil sejak awal. Ketergantungan pada Murphy pun menjadi sorotan karena dianggap tidak lagi efektif.
Perbandingan antara kedua pemain ini menyoroti pentingnya pengambilan keputusan dalam bursa transfer. Newcastle yang saat itu terpuruk tidak mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi Thauvin untuk berkembang. Kini, dengan skuad yang lebih mapan dan ambisi besar, kehadiran pemain seperti Thauvin bisa menjadi pembeda dalam perebutan posisi di papan atas. Jaissle pun dituntut untuk segera menemukan solusi di lini serang, terutama dengan absennya Anthony Elanga yang membutuhkan pengganti sepadan.
"Thauvin adalah contoh klasik pemain yang butuh waktu dan kepercayaan. Newcastle melepasnya terlalu cepat, dan sekarang mereka menuai penyesalan," ujar seorang analis sepak bola Inggris.
Bagi penggemar Newcastle, nama Thauvin memang masih membekas. Ia adalah simbol dari potensi yang tidak tergarap maksimal. Sementara Murphy, yang pernah menjadi pahlawan kemenangan Carabao Cup, kini dihadapkan pada kenyataan bahwa usia dan konsistensi bukanlah sekutu. Jika performanya tidak segera membaik, bukan tidak mungkin kursi starting eleven-nya akan diambil alih oleh pemain muda yang haus kesempatan.
Ke depan, Newcastle harus memutuskan apakah akan terus bersandar pada pengalaman Murphy atau beralih ke opsi segar. Jaissle memiliki waktu hingga jendela transfer berikutnya untuk mencari solusi. Namun, satu hal yang pasti: bayang-bayang Thauvin akan terus menghantui setiap kali Murphy gagal menunjukkan performa terbaiknya. Akankah Newcastle kembali melakukan kesalahan serupa dengan melewatkan potensi pemain muda, atau kali ini mereka belajar dari masa lalu?



