Bungie Berbalik Arah: Destiny 2 Dihidupkan Kembali, Marathon Didesain Ulang
Baca dalam 60 detik
- Bungie membatalkan penghentian pengembangan Destiny 2 dan akan mengembalikan konten yang sebelumnya dihapus.
- Marathon akan dirombak menjadi pengalaman survival yang lebih dalam, meski detailnya masih samar.
- Perubahan strategi ini muncul setelah pergantian pimpinan studio dan tekanan dari komunitas pemain.

Setelah berbulan-bulan dilanda gejolak internal, Bungie akhirnya mengumumkan arah baru yang mengejutkan: Destiny 2 tidak akan ditinggalkan. Kepala studio Poria Torkan dan Josh Deane, yang kini memimpin proyek Marathon, menyampaikan hal ini melalui video dan blog resmi. Mereka mengakui bahwa ekspansi terbaru Destiny 2 dan peluncuran Marathon tidak memenuhi ekspektasi, baik dari sisi jangkauan pemain maupun kepuasan komunitas.
Keputusan untuk menghidupkan kembali Destiny 2 merupakan pembalikan dari kebijakan Mei lalu yang menyatakan pengembangan aktif akan dihentikan, serta pemutusan hubungan kerja pada Juni. Kini, Bungie berjanji akan mengembalikan konten yang pernah dimasukkan ke dalam "vault"โsebuah praktik kontroversial sejak 2020 yang membuat banyak pemain kecewa. "Kami tidak bisa mengubah keputusan yang sudah dibuat, tetapi kami bisa mengakui dampaknya dan melakukan perbaikan dengan memulihkan bagian penting dari sejarah Destiny," tulis mereka dalam blog tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menyelamatkan kepercayaan komunitas yang sempat runtuh. Bungie menegaskan komitmen barunya: "membangun masa depan jangka panjang yang lebih kuat untuk Destiny, sambil menghormati dan memulihkan masa lalunya." Mereka berjanji akan memberikan pembaruan rutin mengenai proses "unvaulting" dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, nasib Marathon masih abu-abu. Tim pengembang sempat merilis peta jalan hingga akhir 2026, tetapi blog terbaru hanya menyebutkan bahwa mereka akan "berpegang pada keunikan Marathon namun mengembangkannya melampaui batasan genre yang kami terapkan." Rencananya, Marathon akan diperluas menjadi pengalaman survival yang lebih dalam, memberi pemain lebih banyak cara menjelajahi dunia alien yang berbahaya. Sayangnya, tidak ada penjelasan rinci tentang bagaimana wujud akhirnya.
"Kami akan berpegang pada apa yang membuat Marathon istimewa, tetapi mengembangkannya melampaui batasan genre yang kami terapkan. Kami akan memperluas Marathon menjadi pengalaman survival yang lebih dalam."
Pergantian kepemimpinan menjadi faktor kunci di balik manuver ini. Justin Truman, yang sebelumnya menjabat sebagai studio head, mundur pada musim panas setelah setahun memimpin. Kini, Torkan dan Deane harus membuktikan bahwa mereka mampu membawa Bungie keluar dari pusaran masalah. Publik tentu menantikan apakah janji-janji ini akan terwujud atau hanya menjadi retorika belaka.
Bagi industri game global, langkah Bungie mencerminkan tekanan besar dari komunitas yang semakin vokal. Studi-studi besar lain seperti CD Projekt Red dan BioWare juga pernah mengalami krisis serupa dan berusaha bangkit dengan mendengarkan pemain. Di Indonesia, pasar game PC dan konsol terus tumbuh, dengan Destiny 2 dan Marathon memiliki basis penggemar yang cukup signifikan. Perubahan strategi Bungie bisa memengaruhi dinamika komunitas lokal, terutama jika konten yang dikembalikan menarik minat pemain lama untuk kembali.
Ke depan, yang paling krusial adalah apakah Bungie mampu menepati janji. Jika gagal, kepercayaan yang tersisa bisa hilang sepenuhnya. Sebaliknya, jika berhasil, ini bisa menjadi contoh pemulihan hubungan antara pengembang dan pemain. Akankah Bungie benar-benar mengembalikan kejayaan Destiny, atau justru tenggelam dalam ekspektasi yang terlalu tinggi?



