Tech Expert Ungkap 8 Perangkat yang Seharusnya Dibeli Sejak Dulu, dari Earbuds hingga Smart Plug
Baca dalam 60 detik
- Seorang penulis teknologi mengakui penyesalannya karena menunda membeli delapan perangkat yang terbukti mengubah rutinitas harian.
- Dari earbuds ANC hingga mesh Wi-Fi, setiap perangkat menawarkan solusi praktis untuk masalah rumah tangga dan produktivitas.
- Dengan harga yang semakin terjangkau, pembelian ini dapat menghemat waktu dan mengurangi stres jangka panjang.

Seorang penulis teknologi mengungkapkan delapan perangkat yang ia sesalkan tidak dibeli lebih awal karena terbukti meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. Dalam artikelnya untuk Yahoo Tech, ia mengakui bahwa sikap skeptis terhadap teknologi baru sering membuatnya melewatkan manfaat praktis yang signifikan.
Pengakuan ini muncul di tengah meningkatnya adopsi perangkat pintar di rumah tangga modern. Banyak konsumen, terutama di kota-kota besar, mulai menyadari bahwa investasi pada perangkat seperti earbuds dengan peredam bising, sistem Wi-Fi mesh, dan smart plug dapat menghemat waktu serta mengurangi stres. Namun, harga yang tinggi dan keraguan terhadap teknologi baru sering menjadi penghalang.
Menurut penulis tersebut, earbuds dengan fitur active noise cancelling (ANC) adalah salah satu pembelian yang paling terlambat ia lakukan. Selama bertahun-tahun, ia enggan mengeluarkan lebih dari 30 dolar AS untuk earbuds, hingga akhirnya mencoba AirPods Pro dan merasakan perbedaan signifikan. Kini, earbuds ANC menjadi bagian dari perlengkapan wajibnya, setara dengan ponsel, dompet, dan kunci.
"Saya menghabiskan banyak waktu dan uang untuk beberapa pasang earbuds murahan sebelum akhirnya menyadari bahwa kualitas suara dan peredam bising benar-benar mempengaruhi produktivitas saya," tulisnya.
Selain earbuds, ia juga merekomendasikan sistem Wi-Fi mesh untuk menggantikan extender tradisional. Dengan node yang tersebar di setiap lantai, sinyal Wi-Fi menjadi merata dan stabil. Meskipun bukan teknologi terbaru, perangkat Wi-Fi 6 dinilai cukup untuk streaming 4K dan kebutuhan rumah tangga pada umumnya.
Untuk mengatasi kecanduan ponsel, penulis menggunakan aplikasi Brick yang dilengkapi perangkat fisik magnetik. Dengan menempatkan Brick di lokasi yang tidak praktis, ia berhasil mengurangi waktu layar hingga lebih dari 50 persen. Ia juga memasang smart garage door opener yang dapat dijadwalkan menutup otomatis, menghilangkan kekhawatiran lupa menutup pintu garasi.
Di dapur, smart plug digunakan untuk menyalakan mesin kopi secara otomatis setiap pagi. Sementara itu, untuk hiburan, ia menyarankan membeli TV berukuran besar, karena sebagian besar orang menyesal membeli TV terlalu kecil. TV 85 inci dengan harga 600 dolar AS dinilai sebagai penawaran menarik.
Pelacak barang seperti Apple AirTag generasi kedua juga menjadi rekomendasi, dengan fitur Precision Finding yang lebih akurat dan jangkauan Bluetooth yang lebih luas. Terakhir, ia menekankan pentingnya memiliki charger dan kabel berkualitas di setiap ruangan untuk menghindari kekacauan dan mempercepat pengisian daya.
Bagi konsumen Indonesia, tren ini mencerminkan pergeseran gaya hidup digital yang semakin terhubung. Dengan penetrasi internet yang terus tumbuh, perangkat seperti mesh Wi-Fi dan smart plug dapat menjadi solusi untuk rumah dengan koneksi tidak stabil. Namun, harga dan ketersediaan lokal perlu dipertimbangkan. Beberapa merek mungkin belum resmi masuk, sehingga konsumen harus membeli secara impor atau melalui marketplace.
Ke depan, adopsi perangkat pintar di Indonesia diprediksi meningkat seiring dengan penurunan harga dan kesadaran akan manfaatnya. Pertanyaannya, apakah konsumen akan lebih memilih investasi awal yang lebih besar untuk kenyamanan jangka panjang, atau tetap bertahan dengan perangkat konvensional?



