Jay Idzes Absen, Pengamat Nilai Timnas Indonesia Tetap Kompetitif di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Jay Idzes tidak masuk daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera.
- Pengamat Luciano Leandro menegaskan kedalaman skuad Garuda masih memadai dengan kehadiran Rizky Ridho, Justin Hubner, Elkan Baggott, dan Kevin Diks.
- Tantangan utama John Herdman adalah meracik organisasi pertahanan tanpa sosok kapten, terutama saat laga grup digelar di Jakarta.

Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai Timnas Indonesia tetap memiliki daya saing tinggi di FIFA ASEAN Cup 2026 meski kehilangan bek handalan Jay Idzes. Absennya pemain Sassuolo itu menjadi pukulan telak bagi lini belakang Garuda, namun bukan berarti ambisi juara pupus.
Pada Jumat (18/9/2026), pelatih John Herdman mengumumkan 23 nama yang akan berlaga di turnamen tersebut. Nama Jay Idzes tidak tercantum karena cedera yang membekapnya. Ketiadaan bek yang juga kapten tim ini memaksa Herdman mencari formula baru untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Menurut Luciano, kehilangan Idzes memang terasa signifikan, terutama dari aspek kepemimpinan, pengalaman, serta kemampuan mengorganisasi lini belakang. "Namun, Indonesia masih punya stok pemain yang mumpuni seperti Rizky Ridho, Justin Hubner, Elkan Baggott, Kevin Diks, plus gelandang dan penyerang senior," ujarnya kepada Bola.com, Senin (21/9/2026).
Luciano menambahkan bahwa komposisi skuad yang dibawa Herdman sudah cukup seimbang. Ia menyoroti kehadiran pemain yang sedang dalam performa apik di klub masing-masing, seperti Ole Romeny dan Justin Hubner yang sama-sama bermain untuk Fortuna Sittard, serta Emil Audero yang mulai mendapat menit bermain di Rayo Vallecano. "Perpaduan pengalaman dan pemain muda ini menjadi modal penting, terlebih seluruh pertandingan fase grup digelar di Jakarta, sehingga dukungan suporter di GBK bisa menjadi energi tambahan," jelasnya.
Legenda PSM Makassar itu menggarisbawahi bahwa pekerjaan rumah terbesar Herdman adalah membangun kembali organisasi permainan tanpa Idzes. Komunikasi antarbek, transisi bertahan, dan keseimbangan antarlini menjadi tiga aspek yang wajib dibenahi selama turnamen. "Jika ketiga hal itu berjalan baik, Indonesia punya peluang serius untuk bersaing," tegas Luciano.
"Absennya satu pemain tidak boleh membuat tim kehilangan identitas dan keseimbangannya. Herdman harus mampu menciptakan solusi kolektif." โ Luciano Leandro, pengamat sepak bola nasional
Bagi pembaca di Indonesia, absennya Idzes menjadi ujian bagi kedalaman skuad yang selama ini diandalkan. Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda untuk unjuk gigi di panggung regional. Dukungan penuh dari tribun GBK diharapkan mampu menutupi celah yang ditinggalkan sang kapten.
Ke depan, pertanyaan besarnya: mampukah Herdman meramu lini belakang yang solid tanpa Idzes? Jika berhasil, Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga bisa melangkah jauh di FIFA ASEAN Cup 2026.



