Malaysia Rombak Skuat Lebih Agresif dari Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- FAM memangkas 22 pemain dan merekrut tiga naturalisasi anyar, termasuk Bergson da Silva, untuk memperkuat Harimau Malaya di Grup A.
- Dominasi sebelas pemain Johor Darul Ta'zim di skuat Malaysia dianggap sebagai strategi mempercepat chemistry menjelang bentrok kontra Indonesia.
- Persaingan di Grup A diprediksi memanas karena hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat FIFA kedua negara.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melakukan perombakan besar-besaran pada skuat Timnas Malaysia dengan memangkas 22 pemain dari Piala AFF 2026 dan menambah tiga pemain naturalisasi baru, sebuah langkah yang dinilai lebih frontal dibandingkan persiapan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.
Perombakan ini menjadi sorotan karena Malaysia hanya menyisakan enam pemain dari skuat yang mencapai semifinal Piala AFF 2026. Pelatih Tan Cheng Ho berupaya membangun kembali kekuatan tim dengan memasukkan pemain senior yang mampu bersaing di Grup A Divisi 1, di mana Malaysia akan menghadapi Indonesia, Singapura, dan Bangladesh.
Langkah FAM tersebut merupakan respons terhadap kegagalan Malaysia lolos ke Piala Asia 2027, yang diwarnai kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Pengamat sepak bola Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah, menilai bahwa federasi ingin membuktikan diri di turnamen edisi perdana yang terkait dengan kalender FIFA Matchday ini.
"Setelah kegagalan Malaysia lolos ke Piala Asia 2027, karena kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi maka mereka ingin membuktikan diri di FIFA ASEAN Cup 2026 nanti. Makanya FAM sangat serius menyiapkan Timnas Malaysia," ujar Raja Isa.
Tiga pemain naturalisasi anyar yang direkrut adalah Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Brad Tapp (Australia). Kehadiran Bergson dan Hidalgo menggeser posisi Mohamadou Sumareh, yang telah menjadi andalan sejak 2018. Menariknya, ketiganya memperkuat Johor Darul Ta'zim (JDT), sehingga total ada sebelas pemain JDT dalam skuat Malaysia.
Raja Isa menilai konsentrasi pemain JDT sebagai kekuatan inti Malaysia merupakan kebijakan strategis karena chemistry antarpemain lebih cepat terbangun. "Dengan jumlah pemain terbanyak, maka JDT jadi kekuatan inti Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurut saya ini kebijakan sangat strategis. Karena chemistry antarpemain lebih cepat menyatu," jelasnya.
Legenda Malaysia, Safiq Rahim, melihat Bergson da Silva berpotensi menjadi senjata baru Harimau Malaya, terutama saat menghadapi Timnas Indonesia. Sejak bergabung dengan JDT pada 2021, striker kelahiran Brasil itu telah menunjukkan ketajamannya di Liga Super Malaysia.
Meski demikian, Raja Isa mengingatkan bahwa kekuatan materi pemain bukan segalanya. "Sepak bola tak sekedar materi pemain bagus. Terpenting bagaimana para pemain itu bisa menyatu dalam permainan yang solid. Saya kira dengan kekuatan Malaysia saat ini, mereka bisa bersaing di FIFA ASEAN Cup nanti," ujarnya.
Ia juga menyoroti pengalaman pemain JDT yang telah menembus AFC Champions League Elite sebagai modal berharga. "Saya kira para pemain JDT yang punya jam terbang di level antarklub Asia modal bagus bagi Timnas Malaysia. Materi Timnas Indonesia di atas Malaysia. Tapi pelatih John Herdman masih perlu membangun chemistry mereka. Dan, untuk itu butuh waktu. Derby Timnas Indonesia lawan Malaysia sangat menarik di FIFA ASEAN Cup mendatang," tuturnya.
Bagi Indonesia, persaingan di Grup A ini tidak hanya berdampak pada prestise, tetapi juga pada peringkat FIFA. Hasil pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026 akan memengaruhi posisi kedua negara di ranking global, yang dapat berimplikasi pada seeding turnamen internasional mendatang. Timnas Indonesia yang juga melakukan perombakan dengan mencoret 14 pemain perlu segera menemukan chemistry, terutama karena Malaysia tampak lebih siap dengan komposisi yang matang.
Dengan persiapan agresif Malaysia, akankah Timnas Indonesia mampu menjawab tantangan dan mempertahankan dominasi di Asia Tenggara? Jawabannya akan terlihat di lapangan, tetapi satu hal pasti: duel Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi laga yang menentukan arah persaingan sepak bola regional.



