Persib Belum Tentukan Pemain Baru, Manajemen: Keputusan di Tangan Tim Sporting
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persib Bandung menegaskan belum ada kepastian soal tambahan pemain meski bursa transfer segera tutup.
- Deputi CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menyebut keharmonisan ruang ganti jadi pertimbangan utama, bukan sekadar kebutuhan posisi.
- Keputusan akhir diserahkan kepada tim sporting yang dipimpin Igor Tolic dan Stanley, dengan dukungan penuh manajemen.

Manajemen Persib Bandung memilih menahan diri di tengah desakan Bobotoh agar mendatangkan pemain anyar sebelum bursa transfer ditutup. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa penambahan personel tidak bisa diputuskan hanya karena kebutuhan di atas kertas, melainkan harus melewati pertimbangan menyeluruh terhadap dinamika internal skuad.
Desakan tersebut muncul seiring jadwal padat yang harus dijalani Maung Bandung di empat kompetisi berbeda. Sebagian suporter menyoroti dua posisi yang dianggap rawan: kiper dan striker. Namun, bagi manajemen, kebutuhan teknis hanyalah satu dari sekian variabel yang mesti dihitung. Adhitia menyebut kondisi ruang ganti menjadi faktor krusial yang kerap luput dari perhatian publik.
"Mengelola ruang ganti itu tidak sesederhana yang dibayangkan," ujar Adhitia, menggambarkan kompleksitas yang dihadapi jajaran manajemen.
Ia lantas menganalogikan tim sebagai lingkaran pertemanan yang sudah nyaman. Kehadiran sosok baru, meski memiliki kualitas, berpotensi mengganggu keseimbangan yang telah terbangun. "Bayangkan Anda punya tempat nongkrong yang sudah nyaman, lalu tiba-tiba datang satu orang yang belum tentu cocok. Bisa saja dia punya potensi, tapi malah merusak kehangatan yang sudah ada," tuturnya memberi ilustrasi.
Karena itu, Adhitia menyerahkan sepenuhnya keputusan transfer kepada jajaran sporting. Menurutnya, Igor Tolic dan Stanley adalah pihak yang paling memahami kebutuhan teknis serta denyut nadi tim sehari-hari. "Merekalah yang paling tahu. Biarkan mereka berpikir, menganalisis, dan memutuskan," kata Adhitia.
Sikap manajemen ini mencerminkan pola pengelolaan klub modern yang mulai bergeser dari intervensi direktif ke pendekatan berbasis data dan penilaian tim teknis. Di banyak klub Eropa, keputusan rekrutmen memang menjadi domain sporting director, sementara manajemen fokus pada penyediaan sumber daya. Persib tampaknya mengadopsi logika serupa, dengan menempatkan Igor dan Stanley sebagai ujung tombak analisis.
Meski demikian, Adhitia memastikan manajemen tidak akan tinggal diam. Dukungan penuh akan diberikan apa pun keputusan tim sporting. "Manajemen 100 persen, bahkan 200 persen, berada di belakang mereka. Mau tambah pemain, kami siap. Mau pakai skuad yang ada, kami tetap dukung," tegasnya.
Bagi Bobotoh, pernyataan ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa klub tidak akan terburu-buru. Namun, dengan bursa transfer yang kian sempit, waktu menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Jika tim sporting menilai perlu amunisi baru, manajemen telah menyatakan kesiapannya. Sebaliknya, jika mereka memilih memaksimalkan skuad saat ini, keputusan itu pun akan dihormati.
Yang jelas, tekanan publik dan tuntutan kompetisi akan terus menguji ketajaman analisis tim sporting. Dalam beberapa pekan ke depan, apakah Persib akan bergerak di pasar transfer atau justru mengandalkan kekuatan yang ada? Jawabannya akan segera terlihat di lapangan.



