Microsoft Rilis Hotfix Cepat untuk Bug Copy-Paste Excel, Tapi Hanya Excel 2016
Baca dalam 60 detik
- Microsoft menerbitkan perbaikan darurat untuk bug yang membuat operasi tempel di Excel gagal tanpa pesan kesalahan, namun perbaikan penuh baru menjangkau Excel 2016.
- Pengguna Excel 2019 dan Office LTSC 2019 masih harus bersabar karena hanya tersedia mitigasi sementara, sementara versi 2021 dan 2024 sudah dinyatakan bersih.
- Langkah cepat mengatasi masalah ini adalah menggunakan fitur Paste Special dari tab Home, meski Microsoft belum memastikan kapan tambalan permanen akan hadir.

Microsoft bergerak cepat menambal celah yang membuat fungsi salin-tempel di Excel macet total. Bug yang muncul setelah pembaruan keamanan KB5002914 pada 8 September 2026 itu menyebabkan operasi tempel gagal secara senyap—tanpa notifikasi, suara, atau pesan galat apa pun. Alih-alih menunggu siklus pembaruan bulanan berikutnya, raksasa perangkat lunak itu merilis hotfix dalam hitungan hari, tetapi perbaikan tersebut baru menyasar Excel 2016.
Keputusan mendahulukan Excel 2016 menuai tanda tanya. Pasalnya, versi lawas itu kian ditinggalkan pengguna global, sementara basis pengguna Microsoft 365 yang jauh lebih besar justru tidak terdampak signifikan. Menurut pengumuman resmi Microsoft, masalah serupa juga menimpa Excel 2024, 2021, 2019, dan Excel Online di Office Online Server. "Operasi tempel bisa gagal secara diam-diam. Meski pengguna mencoba menempelkan konten, sumber tetap terseleksi dan tujuan tidak berubah," tulis perusahaan dalam pembaruan statusnya.
Hingga kini, Microsoft memastikan Office LTSC 2021 dan 2024 sudah pulih sepenuhnya. Namun, untuk Office LTSC 2019 dan Office 2016, perusahaan hanya menyediakan langkah mitigasi, bukan solusi permanen. Artinya, sebagian pengguna masih berpotensi mengalami kendala yang sama saat menempelkan data, terutama jika melibatkan pemformatan bersyarat (conditional formatting) yang disebut menjadi biang keladi.
Bagi pengguna di Indonesia, gangguan ini bisa menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada versi Office lawas—yang masih lazim di instansi pemerintah dan perusahaan menengah—berisiko menghadapi respons keamanan yang tertunda. Meski bug ini terbilang ringan, insiden serupa dapat mengganggu produktivitas harian, terutama bagi tim keuangan dan administrasi yang mengandalkan Excel untuk olah data cepat. Di sisi lain, pengguna Microsoft 365 yang menjadi tulang punggung pasar korporasi Indonesia nyaris tidak merasakan dampaknya, mempertegas kesenjangan dukungan antara model langganan dan lisensi permanen.
"Kami menyarankan pengguna yang masih mengalami kendala untuk sementara memanfaatkan opsi Paste Special hingga perbaikan menyeluruh tersedia," demikian pernyataan Microsoft dalam catatan dukungannya.
Langkah workaround yang ditawarkan terbilang sederhana: alih-alih menekan Ctrl+V, pengguna dapat memilih opsi Paste Special dari tab Home. Namun, cara ini tidak praktis untuk alur kerja yang menuntut kecepatan dan repetisi tinggi. Microsoft belum memberi tenggat pasti kapan tambalan penuh untuk Excel 2019 dan 2016 akan meluncur, meninggalkan ketidakpastian bagi organisasi yang masih bergantung pada versi tersebut.
Ke depan, pertanyaannya bukan sekadar kapan bug ini tuntas, melainkan seberapa jauh Microsoft akan mengalokasikan sumber daya untuk memperbaiki produk warisan yang secara komersial kian tidak strategis. Jika pola ini berlanjut, pengguna versi lawas di Indonesia dan negara berkembang lain mungkin perlu mempertimbangkan migrasi ke Microsoft 365 atau alternatif open source seperti LibreOffice untuk memastikan kelangsungan operasional jangka panjang.



