Timnas Indonesia Mulai Panaskan Mesin: 14 Pemain Sudah di Jakarta, Debutan Siap Unjuk Gigi di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 14 penggawa telah merapat ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia menyambut FIFA ASEAN Cup 2026.
- Shayne Pattynama menjadi pemain tambahan yang dipanggil menyusul kebutuhan skuad, sementara Luke Vickery dan Mitchell Baker berpeluang mencatat debut.
- Turnamen yang masuk kalender resmi FIFA ini akan memengaruhi peringkat dunia dan seluruh laga Grup A digelar di SUGBK, Jakarta.

Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 memasuki babak baru. Sebanyak 14 pemain telah tiba di Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan, menandai dimulainya fase krusial sebelum turnamen bergulir pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Para pemain yang sudah bergabung antara lain Maarten Paes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi Amat, Egy Maulana Vikri, Shayne Pattynama, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Ivar Jenner, Luke Vickery, Mitchell Baker, Rayhan Hannan, Dion Markx, dan Dony Tri Pamungkas. Kehadiran mereka melengkapi skuad asuhan John Herdman yang sebelumnya telah memanggil 23 nama.
Menariknya, Shayne Pattynama mendapat panggilan tambahan pada 20 September 2026. Bek Persija Jakarta itu melengkapi opsi di lini pertahanan, terutama dengan format turnamen yang menuntut kekuatan fisik dan kedalaman skuad.
Turnamen edisi perdana ini diikuti 14 negara, terdiri dari 11 anggota AFF plus tiga tim undangan Asia: Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong-China. Peserta dibagi ke dalam dua kasta: Premier Division sebagai level tertinggi dan Challenge Division sebagai kasta kedua. Indonesia menjadi tuan rumah Grup A Premier Division, sementara Grup B yang dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina akan bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Format kompetisi berbeda dari turnamen kawasan sebelumnya. Tidak ada babak semifinal; juara Grup A dan juara Grup B langsung bertemu di final. Kompetisi ini juga masuk kalender resmi FIFA, sehingga setiap hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat dunia masing-masing negara peserta.
"FIFA ASEAN Cup 2026 hadir dengan format yang berbeda dibanding turnamen sepak bola kawasan sebelumnya. Kompetisi ini masuk kalender resmi FIFA, sehingga hasil setiap laga akan memengaruhi peringkat dunia FIFA masing-masing negara peserta," demikian pernyataan yang dikutip dari sumber.
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah Grup A memberikan keuntungan ganda: dukungan suporter langsung di SUGBK dan minimnya perjalanan jauh. Namun, tekanan juga lebih besar karena target juara menjadi harga mati di hadapan publik sendiri. Pelatih John Herdman dituntut meramu komposisi terbaik dari pemain yang baru bergabung, termasuk mereka yang berkarier di luar negeri.
Luke Vickery dan Mitchell Baker menjadi dua nama yang berpotensi mencatat debut bersama skuad Garuda. Keduanya belum pernah tampil di level senior, dan turnamen ini bisa menjadi batu loncatan penting. Kehadiran mereka menambah opsi di lini serang dan tengah, memberi Herdman fleksibilitas taktik.
Dari sisi komersial dan pariwisata, gelaran ini diprediksi mendongkrak okupansi hotel dan UMKM di sekitar Jakarta dan Bandung. Pemerintah daerah dan penyelenggara telah menyiapkan infrastruktur, termasuk transportasi menuju stadion. Hak siar juga dipegang beberapa stasiun televisi nasional dan platform digital, memastikan jangkauan luas ke seluruh Indonesia.
Di kubu lawan, Malaysia dan Singapura bukan tim yang bisa diremehkan. Keduanya memiliki tradisi kuat di sepak bola ASEAN dan sering menyulitkan Indonesia. Bangladesh, meski peringkatnya lebih rendah, tetap berbahaya dengan gaya permainan disiplin. Laga pembuka akan menjadi penentu momentum.
Pertanyaan besarnya: mampukah Timnas Indonesia memanfaatkan status tuan rumah dan komposisi pemain yang mulai lengkap untuk meraih trofi perdana FIFA ASEAN Cup? Jawabannya akan terlihat dalam sepuluh hari krusial mulai 25 September.



