Nmecha-Veerman, Duet Baru Dortmund yang Mulai Menyalakan Mesin Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund memulai Bundesliga 2026/27 dengan empat kemenangan beruntun, capaian terbaik sejak era Thomas Tuchel pada 2015/16.
- Kombinasi Felix Nmecha dan Joey Veerman di lini tengah mulai menunjukkan chemistry, terlihat saat kemenangan 1-0 atas VfB Stuttgart.
- Kedalaman skuad Dortmund di sektor tengah memberi pelatih Niko Kovač banyak opsi, namun duet ini berpotensi menjadi poros permainan jangka panjang.

Borussia Dortmund menorehkan start sempurna di Bundesliga 2026/27 dengan empat kemenangan dari empat pertandingan, dan di balik rentetan itu, sebuah kemitraan anyar di lini tengah mulai menarik perhatian: Felix Nmecha dan Joey Veerman. Duet ini pertama kali tampil sebagai starter bersama saat Dortmund menundukkan VfB Stuttgart 1-0 di MHPArena, sebuah hasil yang tidak hanya menjaga rekor sempurna tetapi juga memberi gambaran tentang arah permainan Die Schwarzgelben.
Pencapaian empat kemenangan beruntun ini adalah yang terbaik bagi Dortmund sejak musim 2015/16 di bawah asuhan Thomas Tuchel. Namun, jalan menuju titik ini tidak mulus. Veerman, rekrutan musim panas dari PSV Eindhoven, harus memulai dari bangku cadangan, sementara Nmecha sempat kehilangan tempat di starting XI setelah dua penampilan awal yang kurang meyakinkan. Pelatih Niko Kovač pun sempat menyoroti kondisi Nmecha yang baru kembali dari Piala Dunia dan membutuhkan waktu adaptasi.
Kesabaran itu terbayar. Nmecha masuk sebagai pengganti dan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Paderborn pada Matchday 3, mencatatkan brace pertamanya di Bundesliga sekaligus menyamai total golnya sepanjang musim lalu. Penampilan impresif itu, ditambah aksi Veerman di Liga Champions melawan Villarreal, meyakinkan Kovač untuk menurunkan keduanya sejak awal melawan Stuttgart.
Di laga tersebut, Veerman membayar kepercayaan pelatih dengan memenangkan 73 persen duel, menjadikannya salah satu pemain terbaik Dortmund dalam aspek tersebut. Kontribusinya menunjukkan mengapa kombinasi dengan Nmecha bisa menjadi fondasi permainan tim: Veerman menawarkan distribusi bola yang rapi dan kerja keras tanpa henti, sementara Nmecha dikenal memiliki insting menyerang yang tajam. Jika keduanya mampu menjaga konsistensi, Dortmund berpotensi mendominasi lini tengah di kedua fase permainan.
Kovač sendiri melihat Veerman sebagai tipe pemain yang mirip dengan Nmecha. "Joey adalah tipe pemain yang mirip dengan Felix Nmecha: sangat aman menguasai bola, selalu meminta bola," ujarnya saat Veerman bergabung. Kesamaan karakter ini memudahkan keduanya untuk saling memahami, terutama dalam transisi dan penguasaan bola.
Veerman juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada Nmecha. "Sejak sesi latihan pertama, saya bisa melihat dia pemain yang brilian. Kami juga banyak berbicara saat latihan dan di ruang ganti. Anda bisa tahu dia pemain bagus, dan saya menantikan banyak pertandingan bersamanya," katanya.
Meski baru satu pertandingan bersama, dampaknya sudah terasa. Dortmund tampil lebih kohesif di lini tengah, dengan Veerman dan Nmecha saling melengkapi. Namun, persaingan di sektor tengah tetap ketat. Jobe Bellingham dan Marcel Sabitzer juga siap mengisi posisi starter, memberi Kovač kemewahan untuk melakukan rotasi. Kombinasi Nmecha-Veerman pun menjadi penanda awal bagi rekan-rekan setimnya bahwa tempat di starting XI tidak datang gratis.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, duet ini bisa menjadi tontonan menarik di kompetisi Eropa, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan Dortmund atau pemain-pemain muda potensial. Keberhasilan Dortmund meracik lini tengah juga menjadi pelajaran tentang pentingnya adaptasi dan kesabaran dalam membangun tim, terutama setelah kehilangan pemain kunci. Apakah Nmecha dan Veerman mampu mempertahankan performa dan membawa Dortmund bersaing di papan atas? Waktu yang akan menjawab, tetapi tanda-tanda awal sangat menjanjikan.



