Cedera Hamstring Tak Halangi Malaysia Panggil Sergio Aguero, Kalezic: Itu Hak Mereka
Baca dalam 60 detik
- Sergio Aguero tetap dipanggil Timnas Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 meski masih cedera hamstring.
- Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku telah berkomunikasi dengan FAM dan menegaskan regulasi FIFA mewajibkan klub melepas pemain.
- Situasi ini menyoroti ketegangan antara kepentingan klub dan timnas di jendela FIFA Matchday, dengan PSM dirugikan karena Aguero belum pernah tampil di BRI Super League.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, angkat bicara soal keputusan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang tetap memanggil Sergio Aguero ke Timnas Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, padahal gelandang naturalisasi itu masih dibekap cedera hamstring. Kalezic menilai langkah tersebut sah-sah saja karena Malaysia memiliki hak penuh berdasarkan regulasi FIFA.
Pemanggilan ini menjadi sorotan karena Aguero belum sekalipun membela PSM di BRI Super League 2026 sejak resmi dikontrak pada 1 Agustus lalu. Cedera hamstring yang dideritanya pada 19 Agustus 2026—saat memperkuat Malaysia melawan Vietnam di semifinal leg kedua Piala AFF 2026—membuatnya absen panjang. Kondisi itu memaksa PSM menelan kerugian lantaran investasi mereka belum membuahkan hasil di lapangan.
Malaysia berada di Grup A Divisi 1 bersama Indonesia, Singapura, dan Bangladesh pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar 25 September–6 Oktober 2026 di Jakarta dan Bandung. Nama Aguero masuk dalam daftar 23 pemain asuhan pelatih Tan Cheng Ho, meski status kebugarannya belum pulih total.
"Kami sudah berkomunikasi dengan FAM tentang kondisi Sergio. Dia masih belum bisa berlari, dan karena itu PSM belum bisa memainkannya," ujar Kalezic.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu menambahkan bahwa dirinya tidak berharap Aguero dipaksakan tampil di timnas. Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa keputusan akhir ada di tangan Malaysia. "Dalam kondisi seperti ini, saya juga tidak berharap Sergio dimainkan. Tapi Malaysia punya hak untuk memanggilnya di periode FIFA Matchday," jelasnya.
Regulasi FIFA memang mewajibkan klub melepas pemainnya jika dipanggil timnas pada periode FIFA Matchday, terlepas dari kondisi kebugaran. PSM dan Kalezic pun tak punya pilihan selain mematuhi aturan tersebut. "Ini sama seperti tim lain yang ingin pemainnya membantu tim nasional, apakah dia fit atau tidak. Malaysia punya hak memanggil pemain ini. Tentu kami sudah berkomunikasi dengan mereka," tutur Kalezic.
Bagi Indonesia, situasi ini menjadi cermin tantangan yang kerap dihadapi klub-klub BRI Liga 1 ketika pemain asingnya dipanggil negaranya. Di satu sisi, kehadiran pemain di ajang internasional meningkatkan nilai jual liga; di sisi lain, klub menanggung beban ganda: kehilangan tenaga pemain di kompetisi domestik dan risiko cedera yang berkepanjangan. PSM, yang tengah membangun skuad, jelas dirugikan karena Aguero belum memberi kontribusi apa pun.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi ajang pembuktian bagi sepak bola Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Partisipasi pemain seperti Aguero—jika fit—bisa menambah daya tarik turnamen. Namun, keputusan Malaysia memanggil pemain cedera memicu pertanyaan tentang manajemen risiko dan komunikasi antara federasi dan klub. Apakah ini murni strategi timnas, atau ada tekanan untuk memenuhi kuota pemain naturalisasi?
Ke depan, kasus ini bisa menjadi preseden bagi klub-klub Indonesia dalam menyikapi pemanggilan pemain asing. PSSI dan operator liga mungkin perlu memperjelas mekanisme kompensasi atau perlindungan bagi klub yang kehilangan pemain karena cedera saat membela timnas. Sementara itu, mata publik akan tertuju pada apakah Aguero benar-benar diturunkan Malaysia di ASEAN Cup, atau hanya menjadi pelengkap skuad. Yang jelas, tarik-menarik antara kepentingan klub dan negara akan terus menjadi isu panas di sepak bola modern.



