Shin Tae-yong Sebut Persija Kurang Beruntung, Soroti Penyelesaian Akhir
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menang 1-0 atas Java United di pekan ketiga BRI Super League 2026/2027, meski mendominasi pertandingan.
- Pelatih Shin Tae-yong menilai timnya kurang beruntung karena gagal memaksimalkan peluang, dan menekankan perlunya perbaikan penyelesaian akhir.
- Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Persija dengan sembilan poin dari tiga laga, sementara fokus ke depan adalah ketajaman lini serang.

Persija Jakarta meraih kemenangan tipis 1-0 atas Java United pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9/2026). Meski mengamankan tiga poin, pelatih Shin Tae-yong menilai anak asuhnya kurang beruntung karena tidak mampu menambah gol dari sejumlah peluang yang tercipta.
Bertindak sebagai tuan rumah, Persija harus bermain di Gianyar akibat sanksi Komite Disiplin. Meski demikian, Macan Kemayoran tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen. Mereka melepaskan sepuluh tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang, sementara Java United mencatat sembilan tendangan dengan empat shots on target. Gol tunggal Persija dicetak oleh Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13 setelah menerima umpan dari Kerim Memija.
Dalam konferensi pers usai laga, Shin Tae-yong mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyelesaian akhir tim. "Jika para pemain memiliki penyelesaian akhir yang lebih baik, mungkin kami bisa menampilkan pertandingan yang lebih baik dan lebih mudah," ujarnya. Ia menegaskan bahwa timnya selalu mempersiapkan diri untuk mencetak gol, namun keberuntungan belum berpihak. "Kami sangat kurang beruntung. Ke depannya, kami harus memperbaiki aspek ini agar bisa mencetak lebih banyak gol," tambah pelatih asal Korea Selatan itu.
Kemenangan ini membuat Persija menyapu bersih tiga laga awal dengan kemenangan. Mereka kini mengoleksi sembilan poin dan duduk di peringkat kedua klasemen sementara BRI Super League. Meski demikian, ketajaman lini depan menjadi catatan penting jika ingin bersaing di puncak. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyoroti keseriusan negara-negara Asia Tenggara dalam mempersiapkan diri menuju FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Malaysia dan Vietnam yang gencar menambah kekuatan dengan pemain naturalisasi. Hal ini menjadi konteks penting bagi Persija dan tim Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan kualitas, terutama dalam efisiensi penyelesaian akhir.
Bagi pembaca di Indonesia, performa Persija di awal musim ini menunjukkan potensi besar, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya ketajaman di depan gawang. Dalam sepak bola modern, dominasi penguasaan bola tidak selalu menjamin kemenangan besar. Ke depan, Shin Tae-yong dituntut untuk mengasah penyelesaian akhir pemainnya, terutama menghadapi tim-tim yang lebih rapat. Jika mampu memperbaiki aspek ini, Persija berpeluang besar bersaing di jalur juara. Pertanyaannya, mampukah Macan Kemayoran mengubah dominasi menjadi gol lebih banyak di laga-laga selanjutnya?



