Jay Idzes Absen, John Herdman Siapkan Dua Formula Lini Belakang untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Cedera otot paha membuat kapten Timnas Indonesia Jay Idzes harus menepi dan tak masuk daftar 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
- John Herdman memiliki stok bek melimpah dan telah menyiapkan dua opsi trio bek tengah yang pernah diuji pada laga melawan Mozambik dan Oman.
- Adaptasi terhadap kecepatan serangan tim-tim ASEAN menjadi kunci agar Indonesia tidak mengulang kekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menghadapi situasi pelik jelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Kapten tim, Jay Idzes, dipastikan absen setelah mengalami cedera otot paha bagian depan saat membela klubnya, Sassuolo. Nama bek berusia 26 tahun itu tidak tercantum dalam daftar 23 pemain yang dipanggil untuk turnamen tersebut.
Absennya Idzes menjadi pukulan telak bagi lini pertahanan skuad Garuda. Selama ini, ia menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan dan sering dipercaya mengenakan ban kapten. Meski demikian, Herdman disebut tidak perlu panik. Sebab, Timnas Indonesia sudah beberapa kali tampil tanpa Idzes dan tetap mampu meraih hasil positif.
Pelatih asal Inggris itu masih memiliki banyak pilihan bek berkualitas. Beberapa nama yang masuk daftar panggilan antara lain Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Elkan Baggott (Millwall FC), serta duet Persija Jakarta, Rizky Ridho dan Jordi Amat. Ada pula pemain muda Dion Marx, yang musim ini rutin bermain untuk Persita Tangerang di BRI Super League 2026/2027. Kesempatan ini bisa menjadi debutnya di level senior setelah sebelumnya memperkuat tim U-20 dan U-23.
Dengan stok yang ada, Herdman kemungkinan besar akan tetap menerapkan skema tiga bek tengah sejajar yang menjadi ciri khasnya. Opsi pertama adalah memasang trio Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Kevin Diks. Komposisi ini pernah diuji saat melawan Mozambik pada Juni 2026. Opsi kedua, Herdman bisa menurunkan Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Ketiganya pernah tampil bersama ketika Indonesia menggasak Oman dengan skor 3-0 pada periode yang sama.
Selain itu, Herdman memiliki fleksibilitas dengan memainkan Nathan Tjoe-A-On dan Calvin Verdonk di posisi bek tengah. Di era pelatih sebelumnya, kedua pemain ini pernah digeser mengisi pos tiga bek untuk menutup lubang akibat cedera. Karakter multi-posisi mereka menjadi nilai tambah dalam meracik komposisi pertahanan.
"Tim-tim ASEAN akan banyak mengandalkan kecepatan dalam melancarkan serangan. Ini perlu menjadi perhatian agar tidak mengulangi kesalahan seperti ketika tumbang dari Vietnam di Piala AFF 2026," demikian catatan dalam analisis tersebut.
Konteks Indonesia: Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Herdman untuk meramu pertahanan tanpa pemain kunci. Kegagalan mengantisipasi serangan cepat bisa berujung fatal, seperti yang terjadi saat dikalahkan Vietnam di Piala AFF 2026. Publik Indonesia berharap lini belakang tetap solid meski tanpa Idzes. Kehadiran pemain muda seperti Dion Marx juga bisa menjadi angin segar bagi regenerasi tim nasional.
Ke depan, keputusan Herdman dalam memilih komposisi bek akan sangat menentukan langkah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Apakah ia akan kembali ke formula yang pernah sukses, atau memberikan kejutan dengan menurunkan pemain pelapis? Yang jelas, absennya Idzes bukan akhir dari segalanya, melainkan peluang bagi pemain lain untuk unjuk gigi.



