Fincher Sutradarai Spin-off Once Upon a Time in Hollywood, Tayang IMAX 2026
Baca dalam 60 detik
- Netflix merilis trailer perdana The Further Mis-Adventures of Cliff Booth, spin-off Once Upon a Time in Hollywood yang disutradarai David Fincher dengan naskah Quentin Tarantino.
- Brad Pitt kembali memerankan Cliff Booth dalam latar 1977, delapan tahun setelah film pertamanya, dengan adegan kekerasan khas Tarantino dan referensi kontroversi Bruce Lee.
- Film ini akan tayang eksklusif di IMAX pada 25 November 2026 selama dua pekan, lalu streaming di Netflix mulai 23 Desember 2026.

Netflix resmi meluncurkan trailer perdana untuk The Further Mis-Adventures of Cliff Booth, spin-off dari Once Upon a Time in Hollywood yang kali ini disutradarai David Fincher. Trailer tersebut menampilkan Brad Pitt yang kembali sebagai stuntman Cliff Booth, terlibat dalam berbagai aksi penuh kekerasan sambil menjalani pekerjaan sampingan di industri film. Cuplikan ini langsung menarik perhatian karena menghadirkan gaya khas Quentin Tarantino, meski kursi sutradara diisi Fincher.
Kisahnya berlatar tahun 1977, delapan tahun setelah peristiwa di film pertama. Once Upon a Time in Hollywood sendiri mengikuti perjalanan Cliff Booth yang bersinggungan dengan sebuah sekte terkenal. Dalam trailer baru, salah satu momen yang paling disorot adalah referensi terhadap adegan kontroversial di film sebelumnya, ketika Cliff menghajar Bruce Lee. Adegan itu sempat menuai protes dari keluarga Bruce Lee karena legenda bela diri tersebut digambarkan sebagai sosok arogan yang kalah telak. Tarantino pun angkat bicara saat itu, menyebut Lee memang "agak arogan", dan baru-baru ini kembali menjadi sorotan karena mengkritik Paul Dano yang dianggapnya "merusak" There Will Be Blood.
David Fincher dipercaya mengarahkan film ini, menandai kerja samanya yang ketiga dengan Netflix secara beruntun. Sementara Tarantino, yang menyutradarai dan menulis film pertamanya, kembali menulis skenario untuk sekuel ini. Dalam wawancara dengan Deadline, Brad Pitt mengungkapkan bahwa Tarantino "tidak ingin menyutradarainya", sehingga Fincher masuk untuk mengisi posisi tersebut. Alasan pasti Tarantino belum dikonfirmasi, namun spekulasi mengarah pada keinginannya mempertahankan "aturan 10 film"โjanjinya untuk pensiun setelah menyutradarai sepuluh film. Secara teknis, Tarantino sudah mencapai angka itu, tetapi menurut hitungannya sendiri, ia menganggap Kill Bill sebagai satu film yang dibagi menjadi dua volume.
"Tarantino tidak ingin menyutradarainya," ujar Brad Pitt dalam wawancara dengan Deadline, menjelaskan alasan Fincher mengambil alih kursi sutradara.
Selain Brad Pitt, film ini juga dibintangi Elizabeth Debicki (The Crown), Scott Caan (Ocean's Eleven), Carla Gugino (Sin City, The Fall of the House of Usher), Yahya Abdul-Mateen II (Wonder Man), dan sejumlah nama lainnya. Kombinasi pemain ini menambah daya tarik bagi penonton yang menantikan kelanjutan kisah Cliff Booth.
Bagi pasar Indonesia, perilisan eksklusif di IMAX dan Netflix ini berpotensi menggairahkan kembali minat penonton bioskop premium. Meski jadwal tayang masih dua tahun lagi, antusiasme penggemar film Tarantino dan Fincher di Tanah Air biasanya tinggi, terutama di kota-kota besar dengan layar IMAX. Namun, tantangannya adalah memastikan jadwal rilis global tidak tertunda, mengingat distribusi film Hollywood di Indonesia kerap mengalami penyesuaian. Jika tayang serentak, ini bisa menjadi momentum bagi bioskop lokal untuk menarik kembali penonton pasca-pandemi.
Dengan kombinasi nama besar di depan dan belakang layar, The Further Mis-Adventures of Cliff Booth diprediksi menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun 2026. Pertanyaannya, akankah Fincher mampu menghadirkan sentuhan khasnya tanpa kehilangan DNA Tarantino yang melekat kuat? Waktu yang akan menjawab, tetapi trailer ini setidaknya memberi gambaran bahwa kekerasan penuh gaya dan nostalgia Hollywood era 70-an masih menjadi daya jual utama.



