Jay Idzes Absen Lagi, Lini Belakang Timnas Indonesia Diuji di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Jay Idzes dipastikan melewatkan FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera, pukulan telak bagi lini pertahanan Indonesia.
- Pelatih John Herdman memiliki enam bek tengah untuk mengisi kekosongan, dengan Rizky Ridho dan Elkan Baggott sebagai kandidat utama.
- Legenda Kurniawan Dwi Yulianto menekankan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan pemain pengganti untuk membawa Indonesia juara.

Bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, dipastikan absen pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober mendatang. Cedera yang kembali menimpanya membuat pemain Sassuolo itu harus menepi untuk kedua kalinya secara beruntun dalam agenda FIFA Matchday, setelah sebelumnya juga melewatkan dua laga uji coba pada Juni 2026.
Absennya Idzes menjadi pukulan telak bagi lini belakang Skuad Garuda. Bukan hanya karena perannya sebagai palang pintu utama, tetapi juga statusnya sebagai kapten tim. Sejak dinaturalisasi pada akhir 2023, bek berpostur 190 cm itu telah mengoleksi 18 penampilan dan menjadi pilar yang sulit tergantikan dalam formasi tiga bek yang biasa diterapkan pelatih John Herdman.
Untuk mengisi kekosongan, Herdman telah menyiapkan enam bek tengah dalam skuad 24 pemain: Kevin Diks, Justin Hubner, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Jordi Amat, dan Dion Markx. Dalam skema tiga bek, posisi Idzes kemungkinan besar akan diisi oleh Rizky Ridho atau Elkan Baggott, yang akan berduet dengan Diks dan Hubner. Pilihan ini tidak hanya soal kualitas individu, tetapi juga chemistry antarpemain yang harus cepat terbangun mengingat turnamen tinggal menghitung hari.
Legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menilai bahwa absennya Idzes harus disikapi sebagai peluang bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan. Menurutnya, para penggawa yang ada saat ini sudah memiliki pengalaman dan kualitas, terlebih banyak yang berkarier di luar negeri sehingga persaingan di timnas semakin ketat.
"Kalau melihat pemain yang ada, saya rasa semua punya pengalaman. Punya kualitas dan dengan banyaknya pemain yang bermain di luar, tentunya ini menambah persaingan," ujar Kurniawan.
Ia juga menekankan bahwa untuk masuk tim nasional tidaklah mudah. Siapa pun yang dipanggil harus benar-benar memberikan yang terbaik dan bersaing mendapatkan tempat. "Jadi, saya berharap siapa pun yang dipanggil tim nasional, ini kesempatan bagi mereka untuk memberikan semua kemampuan mereka untuk bisa membahagiakan masyarakat Indonesia yang memang berharap sekali tim ini bisa menjadi juara untuk pertama kalinya," paparnya.
Konteks Indonesia: Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia menanggung ekspektasi tinggi untuk meraih gelar juara pertama di FIFA ASEAN Cup 2026. Absennya Idzes tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga psikologis tim. Kehilangan kapten menjelang turnamen besar bisa memengaruhi stabilitas pertahanan dan kepemimpinan di lapangan. Namun, kedalaman skuad yang dimiliki Herdman—dengan banyak pemain abroad—menjadi modal untuk tetap kompetitif. Publik sepak bola nasional berharap para pengganti mampu tampil solid dan membawa Indonesia berprestasi di panggung regional.
Ke depan, fokus akan tertuju pada bagaimana Herdman meracik komposisi bek dan apakah pemain yang dipilih mampu menjawab kepercayaan. Ujian sesungguhnya bukan hanya soal menggantikan Idzes, tetapi juga memastikan lini belakang tetap kokoh saat menghadapi tekanan lawan-lawan di ASEAN Cup. Mampukah Indonesia mengubah absennya kapten menjadi momentum kebangkitan?



