Liverpool Buka Negosiasi dengan Agen Lamine Camara, Monaco Pasang Harga £60 Juta
Baca dalam 60 detik
- Liverpool resmi menjalin komunikasi dengan perwakilan Lamine Camara untuk membahas potensi transfer dari AS Monaco.
- Monaco menaikkan banderol gelandang bertahan Senegal itu dari £47 juta menjadi £60 juta setelah performa impresifnya di Ligue 1.
- Arsenal, Manchester City, dan Chelsea turut memantau, menciptakan persaingan ketat di bursa transfer musim dingin.

Liverpool dilaporkan telah membuka pembicaraan dengan agen gelandang bertahan AS Monaco, Lamine Camara, dalam upaya mengamankan jasa pemain Senegal berusia 22 tahun tersebut. Langkah ini menandai babak baru perburuan tanda tangan salah satu talenta paling diminati di Eropa, dengan Monaco disebut telah menetapkan harga £60 juta—naik signifikan dari permintaan awal £47 juta pada musim panas lalu.
Menurut laporan Caught Offside, manajemen The Reds menjalin kontak dengan perwakilan Camara untuk mengetahui tuntutan gaji yang diinginkan. Namun, jalan menuju Anfield tidak mulus. Arsenal, Manchester City, dan Chelsea dikabarkan berada di barisan terdepan yang juga mengincar pemain yang sempat gagal bergabung ke Stamford Bridge pada deadline day lalu, ketika Monaco membatalkan kesepakatan secara mendadak.
Performa Camara musim ini memang membuat Monaco enggan melepasnya dengan harga murah. Dalam laga imbang 1-1 melawan RC Strasbourg akhir pekan lalu, ia menyumbang satu assist, mencatatkan akurasi umpan 92 persen, dan melakukan empat tekel—terbanyak di antara pemain lain. Statistik tersebut menegaskan mengapa pelatih Filipe Luis menyebutnya sebagai pemain elite. “Saya berharap bisa mempertahankannya. Anda lihat sendiri kualitasnya—luar biasa. Segalanya bisa terjadi hingga jendela transfer ditutup,” ujar Luis pada musim panas.
"Kami sudah membicarakan kebutuhan gelandang bertahan di Liverpool selama tiga tahun terakhir. Gravenberch datang, tampil konsisten, dan Liverpool menjuarai Liga Primer—itu mengubah filosofi. Tapi jika Anda analisis lini tengah, mereka semua secara alami lebih menyerang," kata Daniel Sturridge, mantan penyerang Liverpool, awal musim ini.
Kebutuhan akan gelandang bertahan murni menjadi prioritas Liverpool di bawah asuhan Andoni Iraola. Meski memiliki pemain seperti Ryan Gravenberch, lini tengah The Reds dinilai terlalu ofensif. Camara menawarkan solusi: kemampuannya merebut bola dan membaca permainan menjadi jembatan antara pertahanan dan serangan. Namun, Monaco tidak akan menurunkan harga mengingat kontribusinya yang krusial dalam start sempurna mereka di Ligue 1.
Selain Camara, Liverpool juga dikabarkan mendekati gelandang AS Roma, Manu Kone. Pemain Prancis itu dikabarkan tertarik pindah ke Liga Primer, dan Roma memasang harga £50 juta—lebih terjangkau dibanding Camara. Pendekatan ganda ini menunjukkan strategi Liverpool untuk memperkuat lini tengah dengan opsi yang kompetitif, namun tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, saga transfer ini mencerminkan dinamika pasar pemain top Eropa yang kerap memengaruhi harga fantasi dan diskusi di media sosial. Klub-klub Liga 1 yang ingin merekrut pemain asing berkualitas harus bersaing dengan daya tarik finansial Eropa, meski tidak secara langsung. Selain itu, keberhasilan Monaco menahan pemainnya menunjukkan pentingnya kontrak jangka panjang dan proyeksi performa dalam negosiasi—pelajaran berharga bagi manajemen klub Indonesia yang tengah membangun skuad kompetitif.
Dengan jendela transfer musim dingin yang semakin dekat, pertanyaannya: apakah Liverpool mampu meyakinkan Camara untuk memilih Anfield, atau justru rival domestik yang lebih agresif? Monaco, di sisi lain, tampaknya siap memainkan kartu harga tinggi untuk mempertahankan asetnya.



