LG TV sebagai Monitor Kedua: Panduan Lengkap dan Relevansinya bagi Pengguna di Indonesia
Baca dalam 60 detik
- LG TV dapat difungsikan sebagai layar sekunder PC, namun memerlukan perangkat tambahan seperti HDMI splitter dengan dukungan 4K/60Hz.
- Pengaturan input PC dan aktivasi 4:4:4 passthrough menjadi kunci untuk mengurangi input lag dan mempertajam teks.
- Pilihan splitter bervariasi dari model mirror-only seharga $20 hingga yang mendukung extended display seharga $75, dengan implikasi biaya tambahan bagi pengguna di Indonesia.

LG TV, terutama seri OLED, dikenal memiliki akurasi warna dan tingkat hitam pekat yang mumpuni. Namun, banyak pengguna yang bertanya-tanya apakah perangkat ini bisa difungsikan sebagai monitor kedua untuk kebutuhan komputasi sehari-hari. Jawabannya, bisa, tetapi ada sejumlah perangkat dan penyesuaian yang diperlukan agar hasilnya optimal.
Untuk penggunaan sebagai layar sekunder, koneksi langsung melalui satu kabel HDMI dari PC ke TV biasanya tidak cukup. Diperlukan HDMI splitter dengan minimal satu input dan dua output. Spesifikasi idealnya adalah splitter berstandar HDMI 2.1 yang mampu mengeluarkan sinyal 4K pada 60Hz untuk kedua output. Sayangnya, banyak splitter di pasaran hanya mendukung mode mirror, di mana tampilan di monitor pertama dan kedua harus sama. Jika ingin tampilan yang diperluas—bekerja di dua layar secara independen—pengguna perlu merogoh kocek lebih dalam, misalnya dengan Orei SplitExtend 4K HDMI Splitter seharga $75, yang mendukung fungsi extended display melalui USB-C. Sementara itu, opsi murah seperti Amazon Basics splitter seharga $20 hanya bisa mirror.
Setelah perangkat keras siap, langkah berikutnya adalah mengoptimalkan pengaturan TV. LG TV, khususnya seri OLED, memiliki mode PC yang dapat diaktifkan dengan mengubah label input dari "TV" atau "Game Console" menjadi "PC". Perubahan ini bukan sekadar kosmetik; mode PC akan mengurangi input lag dan mempertajam tampilan teks, sehingga nyaman untuk mengetik dokumen atau menjelajah web. Selain itu, pastikan TV menerima sinyal 4K dari PC dan aktifkan opsi 4:4:4 passthrough, yang berperan penting dalam ketajaman teks.
"Mengubah label input ke PC dan mengaktifkan 4:4:4 passthrough adalah dua langkah krusial yang sering diabaikan pengguna," ujar seorang penulis teknologi yang memiliki LG C5 OLED, seperti dikutip dari pengalamannya.
Bagi pembaca di Indonesia, tren menggunakan TV sebagai monitor kedua mulai diminati, terutama di kalangan pekerja remote dan kreator konten yang membutuhkan layar besar. Namun, ada beberapa catatan. Pertama, ketersediaan HDMI splitter dengan spesifikasi tinggi di pasar lokal masih terbatas, dan harganya bisa lebih mahal karena faktor impor. Kedua, daya listrik TV yang lebih besar dari monitor konvensional perlu dipertimbangkan, terutama dengan tarif listrik yang terus menyesuaikan. Ketiga, ukuran TV yang besar mungkin tidak cocok untuk meja kerja terbatas, sehingga perlu penataan ruang yang matang.
Meskipun demikian, potensi penghematan tetap ada. Alih-alih membeli monitor khusus yang mahal, memanfaatkan LG TV yang sudah dimiliki bisa menjadi solusi ekonomis, asalkan memperhitungkan biaya tambahan untuk splitter dan aksesori. Selain itu, kualitas gambar OLED yang superior dapat meningkatkan pengalaman menonton konten multimedia sekaligus produktivitas kerja.
Ke depan, dengan semakin banyaknya TV yang mendukung fitur gaming dan PC, produsen seperti LG diperkirakan akan terus menyempurnakan mode PC dan kompatibilitas dengan perangkat eksternal. Pertanyaannya, apakah pasar Indonesia siap dengan ekosistem pendukung yang memadai, termasuk ketersediaan splitter berstandar tinggi dan layanan purna jual yang responsif?



