PSS Sleman Terpuruk di Dasar Klasemen: Huistra Sebut Kurang Beruntung, tapi Realitas Berkata Lain
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman menelan kekalahan ketiga beruntun di BRI Super League setelah takluk 1-2 dari Dewa United di Banten International Stadium.
- Pelatih Pieter Huistra menilai timnya kurang beruntung, meski mengakui lawan tampil sesuai prediksi dan lebih efektif dalam momen krusial.
- Tanpa poin dari tiga laga, PSS kini terbenam di posisi ke-16 dan menghadapi ujian berat sebagai tim promosi di awal musim.

PSS Sleman belum mampu keluar dari keterpurukan di awal BRI Super League 2026/2027. Menghadapi Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (20/9/2026), Super Elja menyerah 1-2 dan mencatatkan kekalahan ketiga secara beruntun tanpa satu pun poin.
Dua gol Dewa United lahir dalam rentang sembilan menit di babak kedua. Taisei Marukawa membuka keunggulan pada menit ke-49, disusul Carlos Iury yang menggandakan skor pada menit ke-58. PSS baru memperkecil ketertinggalan lewat Christophe Nduwarugira di menit ke-72. Meski memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan, skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang.
Hasil ini menempatkan PSS di posisi ke-16 klasemen sementara. Sebagai tim promosi, Laskar Sembada memang dihadapkan pada jadwal awal yang berat. Namun, tiga kekalahan beruntun tetap menjadi sinyal bahaya bahwa adaptasi mereka ke kompetisi kasta tertinggi belum berjalan mulus.
Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai pertandingan berjalan seimbang dan menekankan bahwa detail kecil menjadi pembeda. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang PSS merupakan buah dari situasi yang kurang menguntungkan. "Kami sedikit kurang beruntung dengan dua gol yang masuk. Kami punya peluang, termasuk di akhir laga, untuk menyamakan skor menjadi 2-2," ujar Huistra seusai pertandingan.
"Kami sudah melawan Bali United yang berada di papan atas, serta Madura United. Jadi, kami menghadapi tiga lawan yang berat. Bagi kami yang baru promosi, langsung bertemu tim-tim kuat di awal musim tentu membutuhkan penyesuaian." โ Pieter Huistra
Huistra juga mengakui bahwa Dewa United tampil sesuai prediksi timnya. "Dewa bermain persis seperti yang kami perkirakan. Mereka berada di puncak klasemen bukan tanpa alasan," tambahnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa secara taktik PSS sudah siap, tetapi eksekusi di lapangan masih menyisakan celah.
Bagi PSS, awal musim yang berat sebenarnya sudah bisa diantisipasi. Sebagai tim promosi, mereka langsung berhadapan dengan tim-tim mapan seperti Bali United, Madura United, dan Dewa United. Namun, tanpa poin sama sekali, tekanan psikologis mulai membayangi. Manajemen dan tim pelatih dituntut segera menemukan formula agar tidak semakin terbenam di zona degradasi.
Di sisi lain, kemenangan ini mempertegas posisi Dewa United sebagai salah satu kekuatan utama musim ini. Konsistensi mereka di papan atas menunjukkan kedalaman skuad dan efektivitas strategi yang diracik pelatih. Bagi PSS, laga melawan tim sekelas Dewa United bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memaksimalkan momen krusial.
Ke depan, PSS Sleman harus segera berbenah. Jadwal berikutnya akan menjadi ujian apakah mereka mampu bangkit atau justru semakin tenggelam. Akankah Huistra mampu membalikkan keadaan, ataukah awal yang buruk ini akan menjadi bayang-bayang sepanjang musim?



