Garudayaksa FC Curi Poin di Kandang Persebaya, Milos Joksic: Kami Pantas Dapat Satu Poin
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC memaksa Persebaya bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026).
- Pelatih Milos Joksic mengakui timnya masih dalam proses pembangunan dan belum diperkuat pemain terbaik di semua lini.
- Hasil ini menjadi modal kebangkitan setelah kekalahan 0-2 dari Persik Kediri pada pekan sebelumnya.

Garudayaksa FC berhasil menahan imbang tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Bermain dengan formasi 4-3-3, tim tamu harus bekerja keras sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan.
Persebaya lebih dulu unggul melalui sundulan Alex Martins pada menit ke-85. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Al Hamra Hehanussa mencetak gol penyeimbang beberapa saat kemudian. Hasil ini menjadi poin pertama bagi Garudayaksa FC setelah pada laga sebelumnya menyerah 0-2 dari Persik Kediri di Stadion Pakansari, Cibinong.
Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, menyebut pertandingan berjalan fair dan mengapresiasi penampilan kedua tim. Menurutnya, Persebaya merupakan lawan yang tangguh dengan permainan direct football yang efektif. "Kami bermain bertahan karena lawan tampil fantastis," ujar Joksic dalam konferensi pers usai laga.
Joksic mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan dan sedang dalam proses pembangunan. Ia menyebut belum semua posisi diisi pemain mumpuni, dan masih ada pemain tambahan yang akan datang untuk memperkuat starting eleven. "Kami tim yang belum sepenuhnya punya kekuatan penuh," tambahnya.
Meski demikian, pelatih asal Serbia itu merasa puas dengan satu poin yang diraih. Ia menilai para pemainnya telah berjuang maksimal, berlari keras, dan mampu melakukan transisi cepat serta serangan balik untuk menciptakan peluang. "Kami pantas mendapatkan satu poin karena kerja keras seluruh pemain," tegas Joksic.
"Saya sangat senang dengan satu poin ini. Kami coba lakukan transisi cepat. Serangan balik cepat untuk membuat sesuatu hari ini. Namun, kami tak hentikan Persebaya yang bermain sangat baik."
โ Milos Joksic, Pelatih Garudayaksa FC
Hasil imbang ini menjadi sinyal positif bagi Garudayaksa FC yang dijuluki Spirit of Garuda. Meski baru mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, tim ini menunjukkan daya juang tinggi dan kemampuan bangkit dari tekanan. Dukungan suporter di laga tandang juga menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Joksic.
Di sisi lain, Persebaya harus puas berbagi angka di hadapan pendukung sendiri. Tim tuan rumah sebenarnya mendominasi pertandingan, namun gagal mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir. Hasil ini menjadi catatan evaluasi bagi pelatih Persebaya untuk memperbaiki konsistensi dan ketenangan di lini belakang.
Pekan depan, Garudayaksa FC akan kembali berjuang meraih poin penuh saat menjamu lawan berikutnya. Sementara Persebaya akan berusaha bangkit di laga tandang. Akankah Garudayaksa FC mampu mempertahankan momentum dan keluar dari tekanan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu poin di kandang Persebaya bisa menjadi titik balik musim ini.



