Manchester United Bidik Gelandang 16 Tahun Lens, JJ Gabriel di Persimpangan
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dilaporkan tengah mengerjakan perekrutan Mezian Mesloub, remaja 16 tahun milik Lens yang sudah debut di Liga Champions.
- Langkah ini diambil sebagai antisipasi hengkangnya JJ Gabriel, talenta 15 tahun yang meminta meninggalkan Old Trafford.
- Regulasi transfer pemain di bawah umur membuat kepindahan Mesloub ke Inggris baru bisa terwujud paling cepat 2028, sehingga MU harus bersabar.

Manchester United dikabarkan telah memulai langkah konkret untuk mendatangkan gelandang muda Lens, Mezian Mesloub, sebagai bagian dari rencana jangka panjang menghadapi ketidakpastian masa depan JJ Gabriel. Menurut laporan TEAMtalk, tim rekrutmen Setan Merah tengah mengumpulkan data dan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pemain 16 tahun tersebut, yang musim ini mencuri perhatian setelah menembus tim utama Lens dan mencetak debut di Liga Champions.
Gabriel, yang baru berusia 15 tahun, dilaporkan telah mengajukan permintaan untuk meninggalkan Manchester United karena tidak kunjung masuk rencana tim utama asuhan Michael Carrick. Meski demikian, pihak klub tidak tinggal diam. Direktur olahraga Jason Wilcox dikabarkan masih berupaya meyakinkan Gabriel agar bertahan, sementara jurnalis Henry Winter menilai bahwa perkembangan pemain muda tidak bisa dipercepat secara artifisial.
"JJ Gabriel jelas merupakan talenta istimewa, tetapi usianya baru 15 tahun. Ia belum bisa berganti pakaian di ruang ganti senior. Secara fisik ia belum siap untuk sepak bola tim utama. Jalur pembinaan bukanlah jalur cepat. Semuanya tentang memasukkan Gabriel secara bertahap, mengasah perkembangan fisik dan taktiknya, membiarkannya tumbuh. Sebab bakatnya sudah tidak diragukan lagi," ujar Winter.
Mesloub sendiri bukan sosok sembarangan. Pemain kelahiran Portugal itu telah mencatatkan lima penampilan senior untuk Lens dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Yang lebih mengesankan, ia mencetak gol hanya lima detik setelah masuk sebagai pemain pengganti pada debut profesionalnya pada Mei lalu, serta mencatatkan assist pada debut Liga Champions melawan Slavia Prague bulan ini. Pengamat bakat Jacek Kulig menyebut Lens memiliki permata yang sangat istimewa.
Namun, jalan Manchester United tidak akan mulus. Arsenal dan Chelsea dikabarkan juga memantau Mesloub dan berpotensi mengajukan tawaran pada 2027. Persaingan antar klub Premier League ini menambah kompleksitas negosiasi, terlebih karena status Mesloub sebagai pemain muda dengan potensi besar membuat harga dan ekspektasinya terus meningkat.
Bagi Manchester United, ketertarikan pada Mesloub mencerminkan strategi rekrutmen yang semakin berorientasi pada bakat muda. Klub tampaknya ingin membangun fondasi jangka panjang dengan mengamankan pemain-pemain yang bisa menjadi tulang punggung tim dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Akan tetapi, regulasi transfer pemain di bawah umur menjadi penghalang utama. Mesloub tidak akan bisa bergabung dengan akademi atau tim utama MU sebelum 2028, kecuali ada pengecualian yang jarang diberikan.
Dari sudut pandang Indonesia, dinamika transfer ini memberikan gambaran tentang bagaimana klub-klub besar Eropa mengelola transisi pemain muda. Klub-klub Liga 1 dan akademi sepak bola nasional dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya kesabaran dalam pembinaan usia dini, serta bagaimana regulasi internasional membentuk strategi perekrutan. Selain itu, fenomena Gabriel dan Mesloub menyoroti betapa rentannya klub besar dalam mempertahankan talenta muda dari godaan klub lain, bahkan sebelum mereka menembus tim utama.
Ke depan, masa depan Gabriel dan Mesloub akan sangat bergantung pada negosiasi dan keputusan regulasi. Jika Gabriel benar-benar pergi, Manchester United harus bergerak cepat mengamankan alternatif, tetapi mereka juga tidak bisa memaksa Mesloub untuk pindah lebih awal. Pertanyaannya, akankah Setan Merah mampu menahan Gabriel atau justru harus rela kehilangan dua talenta sekaligus dalam waktu berdekatan?



