Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ole Romeny Tumpuan, Vickery Debutan yang Layak Dinanti
Baca dalam 60 detik
- John Herdman memanggil lima penyerang untuk FIFA ASEAN Cup 2026, dengan Ole Romeny sebagai andalan utama di lini serang.
- Mitchell Baker dan Luke Vickery menjadi opsi segar yang bisa mengubah dinamika serangan Garuda di turnamen ini.
- Absennya Marselino Ferdinan membuka peluang debut bagi Vickery, sementara Ragnar Oratmangoen dan Egy Maulana Vikri tetap jadi pilar di sisi sayap.

Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di FIFA ASEAN Cup 2026 pekan depan dengan menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di Grup A Premier Division. Pelatih John Herdman telah menetapkan 23 pemain, dan salah satu sektor yang paling menyita perhatian adalah barisan penyerang. Nama Ole Romeny mencuat sebagai tumpuan utama, tetapi ada sejumlah opsi menarik yang bisa menjadi kejutan.
Dalam daftar yang dirilis, Herdman membawa lima pemain untuk mengisi posisi penyerang. Dua di antaranya berperan sebagai striker tengah murni, yakni Ole Romeny dan Mitchell Baker. Sementara tiga lainnya—Ragnar Oratmangoen, Egy Maulana Vikri, dan Luke Vickery—lebih sering beroperasi di sisi sayap. Komposisi ini memberi fleksibilitas bagi Herdman untuk menerapkan skema tiga penyerang, seperti yang ia coba pada FIFA Matchday Juni lalu melawan Oman dan Mozambik.
Ole Romeny memang layak menjadi an Ole Romeny memang layak menjadi andalan. Striker berusia 26 tahun itu telah mengoleksi enam gol dari 10 penampilan bersama Garuda, dan di level klub ia masih menjadi pilar Fortuna Sittard di Eredivisie. Ketajamannya di depan gawang menjadi alasan utama mengapa Herdman kemungkinan besar akan menempatkannya sebagai ujung tombak tunggal, dengan mobilitas tinggi yang kerap turun ke lini tengah untuk mencari bola.
Di sisi lain, Mitchell Baker menawarkan profil berbeda. Dengan postur menjulang hampir dua meter, ia bisa menjadi target man yang mengancam lewat duel udara. Meski belum sebanyak Romeny dalam hal caps, Baker telah membuktikan ketajamannya dengan mencetak empat gol dari empat penampilan di Piala AFF 2026. Performanya bersama klub Georgetown juga menambah alasan bagi Herdman untuk memberinya menit bermain.
"Kehadiran Baker dan Vickery memberi kami variasi serangan yang tidak dimiliki tim lain di grup," ujar seorang pengamat taktis yang enggan disebut namanya.
Menariknya, absennya Marselino Ferdinan karena cedera membuka pintu bagi Luke Vickery untuk melakoni debut. Pemain yang belum pernah membela Timnas Indonesia di level senior ini berposisi sebagai penyerang kanan, posisi yang biasa diisi Marselino. Jika Herdman berani memberinya kesempatan, Vickery bisa menjadi kejutan yang mengubah peta kekuatan lini depan Indonesia.
Sementara itu, Ragnar Oratmangoen dan Egy Maulana Vikri tetap menjadi pilar di sisi sayap. Ragnar, yang kini berseragam Persib Bandung, sedang dalam masa penyesuaian setelah pindah dari Groningen. Ia diharapkan kembali menemukan performa terbaiknya, terutama setelah mencetak gol dan assist di FIFA Matchday Juni lalu. Egy pun tak kalah penting; bersama Dewa United di BRI Super League, ia selalu menjadi starter dan konsisten berkontribusi.
Dengan komposisi ini, Herdman memiliki banyak opsi untuk meracik serangan. Ia bisa memainkan Romeny sebagai striker tunggal dengan dukungan Ragnar dan Egy di sayap, atau memasang duet Romeny-Baker untuk menghadirkan kekuatan udara. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama karena turnamen berlangsung dengan jadwal padat dan rotasi pemain menjadi keniscayaan.
Bagi Indonesia, ajang ini bukan sekadar turnamen regional. FIFA ASEAN Cup 2026 adalah panggung untuk mengukur sejauh mana program naturalisasi dan pembinaan pemain muda berjalan. Kehadiran pemain seperti Baker dan Vickery, yang masih muda dan haus prestasi, bisa menjadi indikator bahwa regenerasi di lini depan berjalan sesuai rencana. Jika mereka mampu tampil impresif, bukan tidak mungkin posisi mereka di timnas akan semakin kokoh di masa depan.
Pertanyaannya, akankah Herdman berani mengambil risiko dengan menurunkan Vickery sejak awal, atau ia lebih memilih pengalaman Ragnar dan Egy? Keputusan ini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan Garuda di turnamen yang akan bergulir pekan depan.



