Liverpool Akui Kesalahan £30 Juta pada Frimpong Hanya dalam 12 Bulan
Baca dalam 60 detik
- Kedatangan Frimpong pada musim panas lalu sempat dirayakan sebagai sebuah gebrakan, namun metrik performanya menunjukkan cerita yang berbeda.
- Dengan nol gol, dua assist, dan tingkat akurasi umpan 68% dalam penampilan terbatas, ia berada di peringkat 10% terbawah di antara bek sayap Liga Premier.
- Transfer ini kini terancam menjadi kesalahan termahal klub sejak era pembangunan kembali pasca-Klopp dimulai.
Kedatangan Frimpong pada musim panas lalu sempat dirayakan sebagai sebuah gebrakan, namun metrik performanya menunjukkan cerita yang berbeda. Dengan nol gol, dua assist, dan tingkat akurasi umpan 68% dalam penampilan terbatas, ia berada di peringkat 10% terbawah di antara bek sayap Liga Premier. Transfer ini kini terancam menjadi kesalahan termahal klub sejak era pembangunan kembali pasca-Klopp dimulai.
Pengakuan ini muncul saat sistem taktik baru Liverpool menuntut bek sayap yang rajin menekan dan tumpang tindih—sebuah peran yang secara konsisten gagal dijalankan Frimpong. Keraguan manajerial dalam penempatannya semakin mengikis kepercayaan diri, dengan pemain dilaporkan frustrasi oleh waktu bermain yang tidak konsisten. Situasi ini mencerminkan kesalahan Liverpool pada 2023 dengan Naby Keïta, di mana membayar mahal untuk potensi justru menjadi bumerang.
Kendala Financial Fair Play berarti Liverpool harus mendapatkan kembali setidaknya £20 juta untuk menghindari kerugian signifikan. Calon peminat termasuk Bayer Leverkusen dan RB Leipzig, yang sama-sama mengenal rekam jejak Frimpong di Bundesliga. Namun, tuntutan gaji pemain dan riwayat cederanya mempersulit negosiasi.
Langkah Strategis: Kesediaan Liverpool untuk mengakui kegagalan lebih awal menandakan ketegasan baru dalam strategi transfer mereka. Perkirakan kesepakatan diskon di bulan Januari, yang akan membebaskan dana untuk bek sayap Liga Premier yang sudah teruji. Kesalahan ini dapat membentuk ulang pendekatan pencarian bakat mereka menuju rekrutan berisiko rendah dengan potensi keuntungan tinggi.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).



