thestar_myโขbavani mโขโข1 menit baca
Banjir Kolam KL Tak Diwartakan 18 Tahun: SPRM Selidiki Rasuah
Baca dalam 60 detik
- **Penyelidikan MACC Ungkap Kolam Retensi Banjir Tak Pernah Diresmikan, Langgar Aturan Tata Guna Lahan Sejak 2006** Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC)โฆ
- Tanpa status hukum tersebut, pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menegakkan pemeliharaan atau memungut biaya yang semestinya dari para pengembang.
- Celah hukum ini berpotensi memungkinkan modifikasi yang tidak sah dan pembengkakan biaya.
#banjir#terhadap#kolam#penyelidikan#macc#tata

**Penyelidikan MACC Ungkap Kolam Retensi Banjir Tak Pernah Diresmikan, Langgar Aturan Tata Guna Lahan Sejak 2006**
Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) mengungkapkan bahwa kolam retensi yang sangat penting untuk pengendalian banjir tidak pernah secara resmi diumumkan dalam lembaran negara (gazetted), sehingga melanggar peraturan tata guna lahan sejak tahun 2006. Tanpa status hukum tersebut, pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menegakkan pemeliharaan atau memungut biaya yang semestinya dari para pengembang. Celah hukum ini berpotensi memungkinkan modifikasi yang tidak sah dan pembengkakan biaya.
Para analis memperkirakan bahwa operasi yang tidak diatur ini dapat menggelembungkan biaya mitigasi banjir sebesar 20-30% selama periode tersebut. Keterlambatan dalam proses pengumuman resmi ini menunjukkan adanya kelembaman birokrasi atau penghindaran pengawasan yang disengaja. Skenario mana pun menunjukkan kegagalan tata kelola yang menggerogoti kepercayaan publik terhadap proyek-proyek infrastruktur.
Temuan MACC sejalan dengan kekhawatiran yang lebih luas mengenai kesiapsiagaan banjir Kuala Lumpur di tengah urbanisasi yang pesat. Status kolam retensi yang tidak terdaftar ini mungkin telah berkontribusi terhadap banjir bandang baru-baru ini yang melanda distrik-distrik bisnis utama. Penyelidikan ini dapat memicu audit yang lebih luas terhadap aset infrastruktur kritis lainnya.
**Langkah Kekuasaan:** Penyelidikan MACC mengungkap kesenjangan tata kelola kritis yang dapat mengguncang kepercayaan investor terhadap perencanaan kota Kuala Lumpur. Perkirakan akan adanya penegakan peraturan yang lebih ketat dan kemungkinan tindakan hukum terhadap pejabat yang terlibat. Kasus ini menjadi preseden bagi akuntabilitas infrastruktur di seluruh Malaysia.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).
Share:
Lanjutkan membaca
Related by topic
Sumber dari : thestar_my

