The Express Tribune•Redaksi LyndNews••2 menit baca
Sorak Cannes: Tepuk Tangan Kosong atau Barometer Sejati?
Baca dalam 60 detik
- **Berita Terkini: Ovation Cannes Makin Kehilangan Makna, Industri Film Diminta Bijak Menilai Kualitas** Menurut laporan Deadline, Festival Film Cannes tahun ini mencatat durasi…
- Namun, banyak film yang mendapat tepuk tangan paling panjang justru menuai ulasan beragam.
- Tradisi standing ovation, yang berakar dalam budaya sinema Prancis, kini menjelma menjadi tontonan yang berjalan dengan sendirinya, di mana para hadirin bertepuk tangan karena…
#tangan#tepuk#ovation#film#cannes#industri

**Berita Terkini: Ovation Cannes Makin Kehilangan Makna, Industri Film Diminta Bijak Menilai Kualitas**
Menurut laporan Deadline, Festival Film Cannes tahun ini mencatat durasi tepuk tangan meriah yang berkisar antara 2 hingga 22 menit. Namun, banyak film yang mendapat tepuk tangan paling panjang justru menuai ulasan beragam. Tradisi standing ovation, yang berakar dalam budaya sinema Prancis, kini menjelma menjadi tontonan yang berjalan dengan sendirinya, di mana para hadirin bertepuk tangan karena kewajiban, bukan karena antusiasme. Media sosial memperkuat fenomena ini dengan mengubah pengukur waktu ovation menjadi metrik viral.
Para pelaku industri berpendapat bahwa ovation sering kali diatur oleh distributor untuk menciptakan sensasi, dengan menyewa penonton yang bertugas bertepuk tangan dan mengatur waktu yang strategis. Sebuah studi pada tahun 2023 menemukan bahwa tidak ada korelasi antara durasi tepuk tangan dengan kesuksesan box office atau kemenangan penghargaan. Sebaliknya, metrik ini hanya berfungsi sebagai alat untuk narasi media, mendorong pemberitaan yang menyederhanakan penilaian artistik yang kompleks.
Penonton Cannes sendiri merupakan perpaduan yang dikurasi secara khusus, terdiri dari para profesional industri dan pencinta film. Reaksi mereka dipengaruhi oleh tekanan sebaya dan dinamika festival. Film-film dengan tema kontroversial atau bertabur bintang sering kali mendapat tepuk tangan yang panjang terlepas dari kualitasnya. Tren tahun ini menunjukkan bahwa praktik ini mulai kehilangan kredibilitas, dengan beberapa kritikus memboikot pemberitaan mengenai durasi ovation.
**Langkah Strategis:** Seiring dengan inflasi durasi ovation yang mengikis signifikansinya, industri film harus mengkalibrasi ulang cara mereka menandakan kualitas. Distributor yang cerdas akan beralih ke metrik seperti konsensus kritikus atau skor penonton, meninggalkan tepuk tangan kosong untuk karpet merah. Langkah strategis yang sesungguhnya: abaikan pengukur waktu dan percayalah pada ulasan.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).
Share:
Lanjutkan membaca
Related by topic
Sumber dari : The Express Tribune


