Duduk Lama Terkait Risiko Demensia: Posisi Kursi Berpengaruh
Baca dalam 60 detik
- Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 orang dewasa, melacak kebiasaan duduk dan diagnosis demensia selama 12 tahun.
- Mereka yang duduk dengan posisi bersandar lebih dari 6 jam setiap hari menunjukkan risiko 28% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang duduk tegak.
- Efek ini tetap signifikan bahkan setelah memperhitungkan aktivitas fisik dan kesehatan secara keseluruhan.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 orang dewasa, melacak kebiasaan duduk dan diagnosis demensia selama 12 tahun. Mereka yang duduk dengan posisi bersandar lebih dari 6 jam setiap hari menunjukkan risiko 28% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang duduk tegak. Efek ini tetap signifikan bahkan setelah memperhitungkan aktivitas fisik dan kesehatan secara keseluruhan.
Mekanismenya kemungkinan melibatkan penurunan aliran darah serebral saat tubuh dimiringkan ke belakang, sehingga mengganggu pembuangan limbah dari otak. Hal ini memperkuat bukti sebelumnya yang menghubungkan perilaku menetap dengan akumulasi plak amiloid. Studi ini menunjukkan bahwa koreksi postur tubuh bisa sama pentingnya dengan istirahat bergerak.
Intervensi di tempat kerja selama ini berfokus pada meja berdiri dan rapat sambil berjalan, namun data ini menunjukkan bahwa desain kursi dan sudut duduk juga perlu mendapat perhatian yang setara. Perusahaan yang berinvestasi pada tempat duduk ergonomis mungkin akan melihat manfaat kesehatan kognitif jangka panjang bagi tenaga kerja mereka. Temuan ini membuka batas baru dalam strategi pencegahan demensia.
Langkah Strategis: Penelitian ini menggeser percakapan pencegahan demensia dari 'kurangi duduk' menjadi 'duduk dengan cerdas.' Perusahaan yang mendesain ulang stasiun kerja untuk postur optimal akan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam hasil kesehatan karyawan. Perkirakan produsen kursi ergonomis akan mengalihkan pemasaran mereka ke arah manfaat kognitif.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).



